Kamis, 21 Mei 2026

PM Negara NATO Sambangi Vladimir Putin, Ukraina Ketar-ketir Ditinggal Sekutu

PM Orban mendarat di Moskow pada akhir pekan ini untuk mendiskusikan gencatan senjata segera dan penyelesaian konflik antara Moskow

Tayang:
TASS
PM Hongaria Viktor Orban saat menemui Presiden Rusia Vladimir Putin. Mereka membicarakan mengenai perdamaian Eropa 

Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban dengan tegas mempertahankan hubungan dekatnya dengan Kremlin bahkan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022.

Bahkan di tengah ramainya sanksi yang dilemparkan ke perekonomian Rusia, pemerintah Hongaria justru memilih untuk terus menjalin hubungan baik dengan Rusia.

Kepada awak media di Moskow, Menteri Luar Negeri Hongaria Peter Szijjarto mengatakan bahwa negaranya telah terikat perjanjian kerja sama antara yang memungkinkan perusahaan gas Rusia, Gazprom, mengirim gas alam di luar jumlah yang telah disepakati dalam kontrak jangka panjang jika diperlukan.

Adapun total gas Rusia yang dikirimkan ke Hongaria yakni sebanyak 4,5 miliar meter kubik gas alam per tahun. Perjanjian ini mulai berlaku Oktober 2021 dengan opsi untuk mengubah jumlah yang dibeli setelah 10 tahun.

Untuk memperkuat hubungan kerjasama diantara keduanya, Rusia bahkan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir Paks II baru di Hongaria, di tepi Sungai Danube, selatan Budapest.

Hubungan Hongaria dengan Moskow lebih dari sekadar kerjasama impor ekspor minyak dan gas. Perdana Menteri Viktor Orban telah berulang kali menolak seruan Barat untuk memutuskan hubungan ekonomi dengan Moskow.

Demi membela Rusia, Orban menjadi sosok yang tegas mengkritik sanksi Uni Eropa terhadap Rusia, memblokir bantuan keuangan Uni Eropa untuk Ukraina, dan menunda ratifikasi keanggotaan Swedia di NATO. Ia telah menjadikan Hongaria sebagai negara terbuang di Eropa, kata analis Peter Kreko.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved