Senin, 1 September 2025

Konflik Palestina Vs Israel

Jembatan Tabiat Iran Berubah Jadi Merah, Simbol Balas Dendam Kematian Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh

Jembatan Tabiat di Teheran berubah menjadi merah sebagai simbol balas dendam atas pembunuhan pemimpin Hamas

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
ifpnews.com
Jembatan Tabiat di Teheran berubah menjadi merah sebagai simbol balas dendam atas pembunuhan pemimpin Hamas 

Ia mengatakan bahwa pembunuhan Haniyeh di sebuah wisma tamu di Teheran juga merupakan serangan terhadap kedaulatan Iran.

Perundingan Gencatan Senjata Menjadi Tak Menentu

Masih mengutip The New Arab, pembunuhan Ismail Haniyeh dikecam secara luas di Timur Tengah dan di seluruh dunia.

Qatar yang selama ini memainkan peran penting dalam upaya mediasi untuk mengakhiri perang Gaza dan menjadi tuan rumah bagi Haniyeh, bereaksi dengan marah.

"Pembunuhan politik dan penargetan warga sipil yang terus berlanjut di Gaza sementara pembicaraan terus berlanjut membuat kita bertanya, bagaimana mediasi dapat berhasil ketika satu pihak membunuh negosiator di pihak lain?" kata Perdana Menteri Qatar Mohammed Bin Abdul Rahman al-Thani.

Tiga pejabat AS juga mengatakan kepada Axios bahwa pemerintahan Biden sangat khawatir bahwa pembunuhan Haniyeh dapat menghentikan negosiasi gencatan senjata Gaza dan akan memicu menyebarkan konflik.

Namun juru bicara Gedung Putih John Kirby mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu bahwa masih terlalu dini untuk mengetahui bagaimana kematian Haniyeh dapat berdampak pada negosiasi.

Jenazah Ismail Haniyeh telah tiba di Doha, Qatar Jumat (2/8/2024)
Jenazah Ismail Haniyeh telah tiba di Doha, Qatar Jumat (2/8/2024) (Tangkapan Layar Video X/Twitter)

Pemakaman Ismail Haniyeh

Ismail Haniyeh dimakamkan di Doha, Qatar pada Jumat (2/8/2024).

Sebelum Haniyeh diterbangkan ke Qatar, Ayatollah Khamenei memimpin salat jenzah di Teheran, Iran.

Dilaporkan Al Jazeera, jenazah Haniyeh sudah tiba di Masjid Imam Muhammad ibn Abd al-Wahhab di Ibu Kota Qatar, Doha pada Jumat pagi.

Pemakaman dilakukan setelah salat Jumat.

Baca juga: Yordania akan Mengganti Nama Jalan Utama Menjadi Jalan Ismail Haniyeh, Hormati Pemimpin Hamas

Menurut laporan reporter Al Jazeera, terlepas dari suhu yang menyengat, ribuan orang berkumpul di Masjid Imam Abdul Wahab, Doha untuk memberikan penghormatan kepada mendiang Haniyeh.

Pesan dari sebagian besar orang yang diwawancarai Al Jazeera adalah solidaritas untuk warga Palestina di Gaza.

“Bahkan jika dia meninggal, itu tidak berarti sistemnya mati,” kata Nadine Ramadan, seorang audiolog berusia 28 tahun, saat mengantre untuk memasuki masjid.

“Para wanita Palestina akan membesarkan pria yang bahkan lebih baik darinya dan kami akan tetap di sini dan berjuang,” kata Ramadan.

Beberapa langkah di belakang, Aisha (23) mengatakan penting untuk menghadiri upacara tersebut sebagai bentuk dukungan bagi mereka yang terjebak di Gaza.

“Bagi banyak orang, Haniyeh adalah mercusuar harapan,” katanya.

“Jadi saya pikir penting untuk menunjukkan solidaritas kita dengan warga Palestina dan memastikan bahwa kita ada di sini untuk mereka, bahkan jika kita tidak dapat melakukan apa pun secara fisik, kami masih bersama mereka,” tambahnya.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan