TPNPB-OPM mengkelaim segera bebaskan pilot Susi Air - Mengapa pembebasan Philip Mehrtens menghadapi kerumitan?
Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom mengeklaim telah menyepakati pembebasan Pilot Susi Air, Phillip Mehrtens, yang disandera sayap…
Kepada media yang sama, juru bicara Susi Air, Donal Fariz, berharap rencana TPNPB-OPM tidak sekadar menjadi klaim belaka. Sebab, informasi untuk membebaskan Philip telah berulang kali digaungkan oleh kelompok milisi pro Kemerdekaan Papua tersebut.
"Semoga ini tidak jadi simpang siur. Kami berharap menjadi kenyataan," kata Donal.
Diduga tersandung masalah internal OPM
Berita tentang keberadaan Phillip Mark Mehrtens yang terakhir muncul pada tujuh bulan lalu, tepatnya di akhir Desember 2023. Saat itu beredar foto Phillip bersama salah satu pimpinan sayap militer OPM, Egianus Kogoya.
Kemunculan foto ini memicu dugaan adanya perselisihan di antara para pemimpin organisasi tersebut. Mereka berbeda pendapat apakah Phillip dibebaskan atau tidak.
Foto yang beredar di media massa itu memperlihatkan Phillip duduk di samping Egianus Kogoya. Foto itu menunjukkan wajah Phillip terlihat tirus, rambut lebih panjang, dengan jenggot tebal. Mereka duduk di kursi kayu dengan latar pepohonan.
Belum jelas kapan dan di mana foto itu diabadikan, dan TPNPB mengeklaim bukan pihaknya yang menyebarkan foto itu.
“Markas Pusat Komnas TPNPB tidak bertanggung jawab atas peredaran foto liar,” kata juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom saat itu.
Phillip disandera oleh TPNPB 7 Februari 2023 lalu, setelah pesawatnya mendarat di lapangan terbang Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.
Dalam rentang satu tahun terakhir, upaya negosiasi guna membebaskan warga Selandia terus dilakukan, namun belum membuahkan hasil.
Dunia internasional, termasuk berbagai organisasi HAM, juga telah mendesak agar sang pilot dibebaskan, tetapi tidak digubris.
Tetapi menurut Sebby Sambom, markas pusat TPNPB "sudah sepakat" untuk membebaskan Pilot Phillip Mark Mehrtens pada Mei 2023, tetapi ditolak Egianus Kogoya.
Menurut Sebby, Egianus Kogoya "masih berkeras" tidak mau melepaskan Phillip.
Alasannya, demikian Sebby, Egianus disebutnya berkukuh pihaknya bersedia membebaskan sang pilot apabila Jakarta mengagendakan dialog untuk membahas aspirasi kemerdekaan atau pemisahan Papua dari Indonesia.
Semua klaim sepihak Sebby ini belum bisa diverifikasi oleh BBC News Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bbc-indonesia70339230-a4c3-11ee-8df3-1d2983d8814f.jpg.jpg)