Rabu, 22 April 2026

TPNPB-OPM mengkelaim segera bebaskan pilot Susi Air - Mengapa pembebasan Philip Mehrtens menghadapi kerumitan?

Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom mengeklaim telah menyepakati pembebasan Pilot Susi Air, Phillip Mehrtens, yang disandera sayap…

BBC Indonesia
TPNPB-OPM mengkelaim segera bebaskan pilot Susi Air - Mengapa pembebasan Philip Mehrtens menghadapi kerumitan? 

"Supaya kami punya tim bisa keluar masuk bebas untuk bicara dengan panglima kapan saja, dan bebaskan pilot cepat,” kata Sebby.

Misi pembebasan yang makin rumit

Bagaimanapun, menurut Pengamat Konflik Papua, Hipolitus Wangge, proses pembebasan sandera Phillip Mehrtens menjadi rumit, karena belum terbangun "kepercayaan dan komitmen” antar pihak.

“Kalau ini tidak tercapai, siapapun yang dikirim, tim apa pun yang dibentuk, pada hasil akhirnya tidak akan mendapatkan solusi yang baik,” katanya.

Peneliti dari Australian National University ini menilai, sejauh ini belum benar-benar ada pihak yang bisa mendeteksi dan berbicara langsung dengan Egianus Kogoya.

“Bahkan, pihak gereja yang selama ini dianggap sebagai pihak yang bisa dipercaya, sampai hari ini pun belum mendapatkan kepercayaan,” katanya.

Ditambah lagi, kelompok pro-kemerdekaan Papua juga memiliki beragam faksi, yang membuat tidak ada satu komando yang dapat menentukan pembebasan sandera Pilot Susi Air, tambah Hipolitus.

Di sisi lain, ia melihat pemerintah Indonesia “bingung” untuk membangun kepercayaan atau mendapatkan informasi yang kredibel, “siapa yang harus dikomunikasikan, pihak mana yang patut dipercaya”.

“Karena setiap kelompok bersenjata di Papua punya independensi, punya otonomi masing-masing, untuk menetang operasi, untuk melakukan langkah offensif dan lain sebagainya,” kata Hipolitus.

Sejauh mana upaya pemerintah Indonesia?

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Theofransus Litaay mengatakan: “Pemerintah terus melakukan upaya secara persuasi, sambil berusaha untuk mendorong terjadinya pembebasan sandera.”

“Pembebasan itu harus dilakukan secara hati-hati. Jadi pemerintah terus mengupayakan pembebasan dengan prioritasnya adalah keselamatan sandera,” kata Theo kepada BBC News Indonesia, Rabu (27/12).

Ia menambahkan, lokasi Pilot Phillip Mehrtens sudah diidentifikasi.

Selain itu, Theo juga mengeklaim komunikasi selama ini sudah dibangun melalui pemerintah Kabupaten Nduga.

“Jadi, pak bupati sendiri yang didukung pelbagai instansi melakuan pendekatan melakukan komunikasi,” katanya.

Kasatgas Humas Damai Cartenz, AKBP Bayu Suseno melalui keterangan tertulis menyebutkan, “Polri mengedepankan pendekatan soft approach”. Sebagaimana telah disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di pelbagai kesempatan.

“Upaya negosiasi melalui tokoh agama dan Pemkab Nduga juga sudah dilakukan. Hal ini penting agar tidak menimbulkan korban baru, utamanya keselamatan pilot,” kata Bayu.

Upaya negosiasi di tengah konflik

Di tengah upaya komunikasi yang dibangun, konflik bersenjata terus berlangsung.

Dalam peristiwa terbaru, kelompok TPNPB-OPM yang disebut pemerintah sebagai ‘Kelompok Separatis Teroris’ atau ‘Kelompok Kriminal Bersenjata’ menyerang Pos Satuan Tugas Yonif 133/Yudha Sakti di Kampung Bousah, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Senin (25/12).

Satu dari dua prajurit TNI yang tertembak, meninggal dunia dalam tugas pengamanan.

Yan Christian Warinussy dari Jaringan Damai Papua, khawatir kontak senjata antara TPNPB-OPM dan TNI/Polri yang terus berlangsung makin merumitkan upaya pembebasan Pilot Phillip Mehrtens.

"Suasana konflik kontak senjata yang terjadi TPNPB-OPM dan aparat keamanan TNI/Polisi tidak berakhir. Terus berlangsung,“ katanya.

Hal ini, kata Yan, menandakan upaya negosiasi pembebasan pilot Susi Air yang selama ini dirintis "tidak efektif“ karena "tidak ada hasil yang nyata“.

"Negosiasi itu efektif, kalau mereka menentukan siapa yang juru runding, atau juru damai yang bertemu di tempat yang betul-betul bisa tersedia tempat negosiasi. Tidak mungkin dilakukan di tengah-tengah hutan,“ katanya.

Negosiasi baru akan nampak ketika terjadi kesepakatan pihak yang berseteru mengambil langkah jeda kemanusiaan dan gencatan senjata. Tanpa itu, kata Theo, tak bisa diharapkan Phillip Mehrtens bisa bebas dalam waktu dekat.

"Saya tidak melihat ada harapan dalam waktu dekat ini, beliau dibebaskan,” katanya.

Jalan panjang pembebasan Pilot Susi Air

Penyanderaan pilot asal Selandia Baru, Phillip Mehrtens sudah berlangsung sejak Februari lalu. Namun sejauh ini belum tampak tanda-tanda untuk pembebasannya. Berikut adalah jejak perjalanan penyanderaan sang pengemudi burung besi di Tanah Papua, dimulai dari yang terbaru:

  • Agustus 2024

Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom mengeklaim pimpinan tertinggi organisasinya bersama Pimpinan OPM di Nduga, Egianus Kogoya telah menyepakati pembebasan pilot Susi Air. Ia mengatakan keputusan ini diambil atas dasar kemanusiaan.

  • Desember 2023

Pilot Susi Air diduga masih hidup. Sebuah foto yang beredar menunjukkan Phillip Mehrtens dengan jenggot tebal duduk bersama Egianus Kogeya – salah satu panglima OPM.

Bukti terakhir keberadaan Kapten Phillip masih hidup adalah foto dan video yang dirilis 25 Mei 2023.

  • November 2023

Panglima TNI yang baru dilantik, Jenderal Agus Subiyanto mengatakan akan mengedepankan "operasi teritorial” untuk pembebasan pilot Susi Air. Tujuan operasi teritorial, kata dia, bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua, seperti dikutip dari Kompas.

  • Oktober 2023

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menyatakan tidak akan menggunakan operasi militer dalam upaya membebaskan pilot Susi Air Phillip Mark Mehrtens. Ia mengatakan TNI mengedepankan negosiasi yang melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat untuk membebaskan pilot berkebangsaan Selandia Baru itu.

"Kita tetap upayakan dengan tokoh agama tokoh masyarakat setempat, bisa melaksanakan negosiasi untuk itu," katanya.

  • Agustus 2023

Perdana Menteri (PM) Selandia Baru, Chris Hipkins, meminta pembebasan warganya, Phillip Mark Mehrtens. "Phillip adalah seorang ayah, suami, saudara, dan anak yang sangat dicintai," kata sang PM Selandia Baru kepada wartawan di Auckland, Rabu (09/08).

  • Juli 2023

- Presiden Jokowi menjelaskan, pemerintah Indonesia sudah berupaya dengan 'amat sangat' demi membebaskan sang pilot. "Kita ini jangan dilihat diam loh ya. Kita ini sudah berupaya dengan amat sangat, tetapi tidak bisa kita buka apa yang sudah kita upayakan, apa yang sudah kita kerjakan di lapangan."

- Pimpinan TPNPB-OPM yang menculik pilot Susi Air, Egianus Kogoya, merespons kabar yang menyebutkan dirinya meminta uang tebusan Rp5 miliar agar mau melepaskan Phillip Mark Mehrtens. Dalam video dia menyebut pernyataan yang disampaikan pejabat keamanan Indonesia tersebut "omong kosong".

"Saya tidak minta uang Rp5 miliar atau berapa pun. Saya hanya minta kemerdekaan bagi [bangsa Papua]," ujar Egianus.

  • Mei 2023

- Sejumlah perwakilan gereja dan uskup di Jayapura, Papua, menawarkan diri menjadi mediator dalam rangka membebaskan pilot Susi Air, Phillip Mark Mehrtens. Tapi Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, mengatakan keinginan perwakilan gereja dan uskup di Papua sebagai "kekeliruan".

Sedari awal, kata Sebby, TPNPB-OPM berkukuh untuk bernegosiasi dengan pemerintah Indonesia dan Selandia Baru.

- Egianus Kogoya mengancam menembak Phillip Mark Mehrtens jika Indonesia tetap menolak berdialog. Egianus Kogoya berkata bahwa TPNPB-OPM memberi waktu dua bulan kepada Indonesia dan Selandia Baru untuk berdialog soal kemerdekaan Papua.

  • April 2023

Jumlah prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang meninggal dunia kembali bertambah - menjadi total lima orang - akibat baku tembak dengan TPNPB-OPM. Mereka gugur dalam operasi penyelamatan Pilot Susi Air.

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono sebelumnya menyatakan untuk menggelar "operasi siaga tempur darat" di beberapa wilayah yang dianggap rawan di Papua.

  • Februari 2023

Pilot Susi Air, Phillip Mark Mehrtens disandera kelompok OPM.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved