TPNPB-OPM mengkelaim segera bebaskan pilot Susi Air - Mengapa pembebasan Philip Mehrtens menghadapi kerumitan?
Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom mengeklaim telah menyepakati pembebasan Pilot Susi Air, Phillip Mehrtens, yang disandera sayap…
Sebby mengaku terakhir berkomunikasi dengan Egianus pada Mei lalu.
Namun, dalam pernyataannya pada Juni 2023 lalu, Sebby masih berkeras tidak mau membebaskan Kapten Phillip.
Karena itulah, lanjut Sebby, pihaknya sejauh ini masih belum bisa memastikan kondisi Phillip Mark Mehrtens.
Sikap Egianus yang tidak mau membebaskan pilot Susi Air itu, menurut Sebby, menunjukan ada "masalah internal" di dalam TPNPB.
"Kita harus memperbaiki masalah internal kami," tambahnya.
Klaim Sebby ini juga belum bisa diverifikasi BBC News Indonesia.
Sejauh ini Egianus Kogoya belum memberikan keterangan resmi perihal sikapnya, setidaknya sejak Mei 2023 lalu saat mereka merilis foto Phillip yang terbaru.
Kepada BBC News Indonesia, Sebby kemudian mengirimkan apa yang disebutnya sebagai audio percakapannya dengan Egianus yang diklaim dikirim pada Juli lalu.
"Saya jelaskan [melalui pesan suara ke Egianus], sampai kiamat pun seorang pilot tidak bisa ditukar dengan Papua Merdeka," klaim Sebby.
Bagi Sebby dan pimpinan pusat TPNPB lainnya, sikap Egianus itu lantaran yang bersangkutan "bukan orang yang bersekolah".
"Mereka tidak mengerti kalau aturan-aturan internasional dan aturan perang dalam hukum humaniter internasional,“ ujarnya.
Bagi Sebby dan pemimpin pusat TPNPB lainnya, jika pihaknya sudah membebaskan Phillip, maka organisasinya akan dihargai dunia internasional, termasuk PBB.
Sebaliknya, lanjutnya, apabila pilot itu meninggal dunia saat disandera, maka akan berdampak buruk terhadap TPNPB dan Pemerintah Indonesia.
“Artinya kecaman dari masyarakat internasional dan pemerintah atau PBB. Dari semua-semuanya. Indonesia akan salah. Kami juga salah,” kata dia, sambil menambahkan Markas Pusat TPNPB telah mengirim tim untuk berkomunikasi dengan Egianus pada Oktober dan Desember ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bbc-indonesia70339230-a4c3-11ee-8df3-1d2983d8814f.jpg.jpg)