Sabtu, 30 Agustus 2025

Konflik PBNU dan PKB membuat Nahdliyin di daerah 'bingung dan gelisah' - Apa akar masalah dan bagaimana jalan tengahnya?

Perseteruan antara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) disebut akan terus bergulir, semakin…

BBC Indonesia
Konflik PBNU dan PKB membuat Nahdliyin di daerah 'bingung dan gelisah' - Apa akar masalah dan bagaimana jalan tengahnya? 

Ketua Pengurus Ranting NU Desa Pakalongan, Sampang, Madura, Idris Amir mengatakan perseteruan antara PKB dan PBNU seperti "bumbu-bumbu" yang biasa terjadi di warga Nahdliyin.

“Pada akhirnya nanti akan selesai. Nanti akan ada semacam hakim, bisa jadi Gus Mus. Biasa kalau tidak ada bumbu, tidak keren... Ini ibarat sebuah pelangi. Semuanya itu pada akhirnya akan hijau semua… Kalau di bawah itu NU ya PKB, dan PKB itu NU,” tambahnya.

Lalu bagaimana dengan para pengurus PKB di akar rumput?

Anggota pengurus anak cabang PKB di Palenggan, Pamekasan, Mohammad Sofyan juga menyampaikan bahwa konflik di tingkat elit itu menciptakan kebingungan di sebagian akar rumput.

"Takutnya malah yang pengurus PKB khususnya nanti merasa dimusuhi oleh orang-orang NU-nya. Seperti itu juga pengurus-pengurus NU-nya.

"Padahal kita di sini ada pengurus PKB, juga ada pengurus ranting NU karena kita mau melangkah itu jadi tidak enak begitu.”

Anggota PAC (Pengurus Anak Cabang) PKB Kecamatan Pamekasan, Abdul Muin berharap agar konflik itu dapat segera selesai.

“Tidak baik kalau konflik terus-menerus karena pertama PKB dan NU ini adalah sebuah organisasi yang mestinya harus mengurangi peta konflik kepada siapapun, baik NU atau pun PKB,” katanya.

‘Dari Pansus Angket Haji, Tim Lima hingga laporan polisi’

Perseteruan PKB dan PBNU muncul kembali ke permukaan, antara lain, terlihat saat DPR menyetujui pembentukan panitia khusus (pansus) Angket Haji 2024 pada 9 Juli 2024 lalu.

Ketua Tim Pengawas Haji DPR yang juga menjabat Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar adalah salah satu pihak yang mendorong pembentukannya.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mempertanyakan pembentukan Pansus Angket Haji. Dia mencurigai upaya itu dilatarbelakangi masalah pribadi untuk menyerang NU.

"Jangan-jangan gara-gara menterinya adik saya [Menag Yaqut Cholil Qoumas], misalnya gitu. Itu kan masalah. Jangan-jangan karena dia sebetulnya yang diincar PBNU ketua umumnya kebetulan saya, menterinya adik saya lalu diincar karena masalah-masalah alasan pribadi begini," kata Gus Yahya, Minggu (28/07), menjawab pertanyaan wartawan.

Melalui media sosialnya pada 29 Juli 2024, Cak Imin menegaskan bahwa Pansus Angket Haji DPR tidak ada urusan dengan PBNU maupun PKB.

Selain menyatakan keberatan, PBNU kemudian membentuk Tim Lima atau pansus untuk mengembalikan PKB ke pangkuan PBNU.

Halaman
1234
Sumber: BBC Indonesia
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan