Minggu, 31 Agustus 2025

Konflik PBNU dan PKB membuat Nahdliyin di daerah 'bingung dan gelisah' - Apa akar masalah dan bagaimana jalan tengahnya?

Perseteruan antara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) disebut akan terus bergulir, semakin…

BBC Indonesia
Konflik PBNU dan PKB membuat Nahdliyin di daerah 'bingung dan gelisah' - Apa akar masalah dan bagaimana jalan tengahnya? 

Usai pemanggilan, Edy mengatakan bahwa PKB di bawah Cak Imin tidak transparan dalam keuangan.

"Saya bilang, saya jujur saja katakan bahwa hal yang paling substansial di internal PKB itu adalah tata kelola keuangan yang tidak transparan dan tidak akuntabel. Keuangan fraksi, keuangan dana pemilu, dana pileg, dana pilpres, sampai sekarang dana pilkada itu tidak transparan dan tidak akuntabel," kata Lukman.

Kemudian pada Jumat (02/08) sekelompok massa yang menamakan Aliansi Santri Gus Dur melakukan aksi demonstrasi mendesak Gus Yahya dan Gus Ipul mundur dari PBNU.

Wasekjen PBNU Suleman Tanjung menuding PKB sebagai dalang di balik demo itu. Sebagai respon, Gerakan Pemuda Ansor menyebut delapan juta anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) NU diminta siaga jika dibutuhkan untuk mengawal PBNU.

PKB melaporkan Lukman Edy ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik terkait keterangannya di Kantor PBNU.

Dalam atmosfir konflik itu, Gus Yahya menganalogikan hubungan PBNU dan PKB bagai pabrik mobil yang perlu menarik produknya.

"Kemarin kan ada perusahaan memproduksi mobil. Sudah dilempar ke pasar, sudah laku, ternyata ada kesalahan sistem mobilnya. Ditarik kembali produknya untuk diperbaiki sistemnya," kata Gus Yahya, Sabtu (03/08).

Atas pernyataan itu, Cak Imin buka suara. Di media sosialnya, dia menyebut yang rusak itu adalah Gus Yahya dan Gus Ipul.

"Mempolitisir NU enggak laku kok lanjut mempolitisir PKB, Emang siapa lu. Anda sopan kami segan, kalau enggak sopan jangan ajak-ajak kite," ujar Cak Imin.

Apa akar masalah di balik perseteruan PKB Cak Imin dan PBNU Gus Yahya?

Ujang Komarudin menilai konflik yang terjadi saat ini merupakan puncak dari rangkaian perseteruan di masa lalu yang belum selesai.

Ujang menilai akar konflik ini dimulai sejak Cak Imin mengambil alih tampuk kekuasaan PKB dari tangan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada 2008 silam.

“Akal masalahnya dulu, dua kubu PKB Cak Imin dengan PKB Gus Dur terpecah, PKB Gus Dur kalah, yang menang adalah Cak Imin. Lalu ketika PBNU-nya dipegang oleh Gus Yahya dan Gus Ipul yang mereka kubu PKB Gus Dur, ya tentu ingin mendegradasi, ingin menjegal, ingin mengganti PKB Cakimin yang berbeda kubu. Akalnya di situ sebenarnya awalnya,” katanya.

Saat Muktamar PKB pada 2005, Cak Imin terpilih menjadi Ketum PKB, sementara Gus Dur menjadi Ketua Dewan Syuro PKB.

Tiga tahun kemudian, kondisi internal PKB meruncing dengan munculnya isu tentang upaya melengserkan Gus Dur melalui Muktamar Luar Biasa (MLB).

Halaman
1234
Sumber: BBC Indonesia
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan