Sabtu, 30 Agustus 2025

Konflik Palestina Vs Israel

Vaksinasi Polio di Gaza Dimulai, Dirjen WHO: Vaksin Terbaik untuk Anak-anak adalah Perdamaian

Tedros Adhanom Ghebreyesus, direktur jenderal Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, mengunggah foto anak-anak di Gaza yang menerima vaksin polio

Twitter Tedros Adhanom Ghebreyesus
Ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus membagikan foto anak-anak di Gaza yang menerima vaksinasi polio, Minggu 1 September 2024 

"Dari pengalaman kami, kami tahu satu atau dua hari tambahan sangat sering dibutuhkan untuk mencapai cakupan yang memadai," kata Mike Ryan, direktur darurat WHO, kepada dewan keamanan PBB pada hari Kamis (29/8/2024) selama pertemuan tentang situasi kemanusiaan di Gaza.

"Setidaknya 90 persen cakupan vaksinasi diperlukan dalam setiap tahap kampanye untuk menghentikan wabah dan mencegah penyebaran polio internasional," kata Ryan.

Program vaksinasi ini gencar dilakukan setelah kasus polio terkonfirmasi di Gaza pada 23 Agustus lalu.

Kasus itu adalah yang pertama dalam 25 tahun di daerah kantong tersebut.

Mengenal Penyakit Polio

Polio adalah penyakit yang sangat menular.

Penyakit ini ditularkan melalui jalur pernapasan, yang terbawa melalui hidung dan tenggorokan, mengutip ucdavis.edu.

Penyakit ini juga dapat menyebar melalui tinja orang yang terinfeksi.

Polio dapat hidup selama beberapa minggu di saluran pencernaan (GI).

Orang yang tidak divaksinasi polio akan berisiko terkena infeksi polio.

Penyakit ini dapat menyerang siapa saja dari segala usia yang belum divaksinasi polio, bukan hanya anak-anak.

Baca juga: Perang Gaza Disetop, WHO Percepat Pengiriman 1,2 Juta Dosis Vaksin Polio Untuk Anak Palestina

Gejala Polio

Sebagian besar kasus polio tidak menunjukkan gejala sama sekali, atau hanya menunjukkan gejala yang sangat ringan, termasuk demam, sakit kepala, dan mual, yang akan hilang setelah beberapa hari.

Sebagian kecil kasus, mungkin 3 persen atau 4 persen, dapat berkembang dan menyebabkan meningitis, yaitu peradangan pada selaput otak.

Meningitis bisa sangat menakutkan, tetapi jenis meningitis ini umumnya dapat ditoleransi dengan baik dan sebagian besar orang dapat pulih.

Namun, dalam kurang dari 1 persen kasus, polio dapat menyebabkan kelumpuhan.

Polio menginfeksi bagian sumsum tulang belakang, sel-sel tertentu di sumsum tulang belakang yang mengendalikan gerakan kita.

Jika sel-sel ini terinfeksi, dapat mengakibatkan kelumpuhan pada berbagai bagian tubuh.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, satu dari 200 infeksi polio menyebabkan kelumpuhan yang tidak dapat disembuhkan.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan