Jumat, 15 Mei 2026

Pemilihan Presiden Amerika Serikat

Donald Trump Unggul di Negara Bagian Florida dan Georgia

Florida, tempat Trump secara pribadi tinggal, ia unggul lumayan dengan 53,3 persen suara berbanding Kamala Harris yang mendapat 45,9 persen.

Tayang:
Editor: Setya Krisna Sumarga
X
Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) dan kandidat calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump, tampil dalam kampanye outdoor pertama pada Rabu (21/8/2024) setelah percobaan pembunuhan terhadapnya pada 13 Juli 2024. 

Sementara exit poll yang dirilis jaringan televisi Fox News menunjukkan 70 persen pemilih menganggap negaranya di jalur yang keliru di bawah Joe Biden.

Sebanyak 63 persen menilai ekonomi Amerika tidak baik-baik saja, dan sebanyak 39 persen menganggap ekonomi dan lowongan pekerjaan adalah persoalan utama.

Persaingan Ketat Kamala-Trump

Dua kandidat yang bertarung di Pilpres AS 2024, Kamala Harris dan Donald Trump bersaing sangat ketat.

Selisih perolehan suara mereka berdasar jajak pendapat terakhir lembaga di Amerika dan survei reaksi pasar sangat-sangat tipis.

Kemenangan kemungkinan besar akan ditentukan swing voters atau undecided voters yang memutuskan pilihan di saat-saat terakhir pemungutan suara.

Kembalinya Donald Trump ke Pemilu AS 2024 sangat berliku. Banyak yang percaya sebelumnya, Trump tidak mungkin dan tidak masuk akal kembali ke bursa.

Ia pernah diuber-uber aparat hukum federal, rumahnya digeledah, dan bahkan pernah dijebloskan ke tahanan walau hanya sebentar.

Setelah lolos pencalonan dan memulai kampanye, Donald Trump nyaris tewas saat seorang penyerang menembaki kepalanya di Buttler, Pennsylvania.

Media terkemuka Amerika, Politico, Senin (4/11/2024), mengurai bagaimana Donald Trump melewati segala rintangan guna merebut kembali Gedung Putih.  

Trump agaknya terbantu atau cukup diuntungkan dengan situasi rakyat Amerika, yang umumnya sangat tidak puas dengan arah negara di bawah Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris.

Ekonomi, inflasi, dan imigrasi tetap menjadi isu yang dominan, dan para pemilih mengatakan Trump menanganinya dengan lebih baik selama masa jabatannya.

Meskipun mengakhiri masa jabatan tunggalnya sebagai salah satu presiden yang paling tidak populer dalam 50 tahun terakhir, pemilih mengakui pekerjaan yang dilakukan Trump semasa berkuasa.

Kekalahan Trump di Pemilu 2026 diikuti kerusuhan massa 6 Januari 2020 di Capitol Hill, sebuah peristiwa politik buruk dalam sejarah modern Amerika.

Di sisi lain, Trump memiliki tantangan berat dan tidak memenangkan hati pemilih Latino atau Kulit Hitam secara keseluruhan.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved