Sabtu, 9 Mei 2026

Konflik Suriah

AS, Inggris, dan PBB Pertimbangkan Hapus HTS dari Daftar Kelompok Teroris Pasca-Kejatuhan Assad

AS, Inggris, dan PBB tengah mempertimbangkan untuk menghapus Hayat Tahrir al-Sham (HTS) dari daftar kelompok teroris asing.

Tayang:
Aljazeera/Mahmoud Hassano/Reuters
Pemimpin Hayat Tahrir al-Sham (HTS) Abu Mohammed al-Julani berbicara kepada orang banyak di Masjid Ummayad di Damaskus, setelah pemberontak Suriah mengumumkan bahwa mereka telah menggulingkan Presiden Bashar al-Assad, pada Minggu, 8 Desember 2024. - AS, Inggris, dan PBB tengah mempertimbangkan untuk menghapus Hayat Tahrir al-Sham (HTS) dari daftar kelompok teroris asing. 

Pada saat yang sama, AS ingin memperoleh persetujuan dari negara-negara di kawasan tersebut mengenai dasar pembentukan pemerintahan baru yang lebih inklusif.

Pemerintah Inggris juga mengungkapkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk menghapus HTS dari daftar teroris.

Menteri Keamanan Nasional Inggris, Pat McFadden menyatakan bahwa keputusan tersebut kemungkinan akan diambil dalam waktu dekat, mengingat perkembangan situasi di lapangan yang semakin cepat.

McFadden mengatakan kepada BBC Radio 4 bahwa keputusan ini perlu diambil dengan cepat untuk memastikan stabilitas yang lebih baik di Suriah pasca-kejatuhan rezim Assad.

HTS dan Perubahan dalam Sikap Politik

Pemimpin HTS, Abu Mohammad al-Julani, telah berusaha menjauhkan kelompoknya dari sejarah masa lalu dengan al-Qaeda.

Dalam beberapa wawancara terbaru, termasuk dengan CNN, al-Julani menegaskan bahwa tujuan kelompoknya adalah untuk membangun Suriah sebagai negara yang lebih stabil dan berbasis pada pemerintahan yang lebih inklusif.

Pernyataan ini memberikan harapan bahwa HTS mungkin dapat beradaptasi dengan norma internasional, meski banyak pihak yang masih skeptis dengan niat kelompok ini.

Al-Julani juga telah menyatakan bahwa kelompoknya menghormati hak-hak rakyat dan minoritas di Suriah, suatu hal yang mendapat perhatian lebih dari negara-negara internasional.

Namun, banyak pihak yang menegaskan bahwa meski kata-kata tersebut terdengar menjanjikan, tindakan kelompok ini di masa depan yang akan benar-benar menentukan sikap dunia terhadap mereka.

Pemerintah AS sendiri menegaskan bahwa mereka tidak hanya akan menilai berdasarkan kata-kata, tetapi juga berdasarkan tindakan nyata kelompok ini ke depan.

Reaksi Dunia Internasional

Di Eropa, Uni Eropa (UE) menyatakan bahwa mereka belum melakukan kontak dengan HTS dan akan menilai lebih lanjut berdasarkan kata-kata dan tindakan kelompok tersebut.

Juru bicara Uni Eropa menyebutkan bahwa keputusan untuk mencabut sanksi dari HTS akan bergantung pada evaluasi yang lebih mendalam mengenai perilaku kelompok tersebut dalam beberapa bulan mendatang.

Sementara itu, AS, meskipun terbuka untuk kemungkinan berkomunikasi dengan kelompok yang telah menguasai Damaskus, tetap menjaga kehati-hatian.

Koordinator Dewan Keamanan Nasional AS untuk Komunikasi Strategis, John Kirby menyatakan bahwa ini adalah "periode ketidakpastian" dan Washington akan terus memantau perkembangan di lapangan.

Meskipun AS mengakui bahwa beberapa kelompok pemberontak, termasuk HTS, telah mengeluarkan pernyataan positif, mereka tetap waspada dengan potensi risiko yang ada.

Risiko dan Ketidakpastian Pasca Kejatuhan Assad

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved