Konflik Palestina Vs Israel
Rudal Kelima dalam Sepekan Houthi, Ribuan Warga Tel Aviv Rebutan Shelter, Israel Ngadu ke PBB
Houthi kembali melancarkan serangan rudal balistik untuk kelima kali dalam sepekan ini ke Israel. Warga Tel Aviv histeris berdesakan rebutan shelter
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Rudal Houthi tersebut mendarat di Tel Aviv, menyebabkan 30 orang terluka dan puluhan apartemen rusak di daerah tersebut.

Rudal Pencegat Eror
Sebelumnya pada hari ini, Angkatan Udara Israel (IAF) menjelaskan hasil penyelidikan atas kegagalan sistem pertahanan udaranya mencegat rudal Houthi tersebut.
IAF menyebut rudal Houthi tersebut jatuh di Tel Aviv karena cacat pada rudal pencegat, dan bukan pada sistem pertahanan udara itu sendiri, menurut laporan Channel 12 Israel.
Sebagai solidaritas dengan Gaza dalam menghadapi perang genosida Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023, yang menyebabkan hampir 153.000 warga Palestina menjadi martir dan terluka, kelompok Houthi sejak November tahun lalu, menargetkan kapal kargo Israel. atau yang terkait dengan mereka di Laut Merah dengan rudal dan drone.
Kelompok Houthi juga dari waktu ke waktu melancarkan serangan dengan rudal dan drone terhadap Israel, beberapa di antaranya menargetkan Tel Aviv.
Houthi menetapkan kalau serangan-serangannya akan diakhiri jika perang pemusnahan Israel terhadap Gaza berakhir serta adanya pencabutan pengepungan terhadap Gaza.
Pakar Militer Israel Akui Negaranya Gagal & Tak Siap Hadapi Houthi
Israel diklaim tidak siap menghadapi ancaman dari kelompok Houthi atau Ansarallah di Yaman.
Klaim itu disampaikan oleh Avi Askhenazi, seorang pakar militer dan koresponden untuk media kenamaan Israel bernama Maariv, setelah pada hari ini rudal Houthi sukses menembus sistem pertahanan Arrow milik Israel.
“Kita harus menghadapi kenyataan secara langsung dan mengatakannya dengan keras: Israel gagal mengatasi tantangan dari Houthi di Yaman. Israel gagal melawan Houthi,” kata Ashkenazi di kolom Maariv hari Sabtu, (21/12/2024).
Dia mengatakan Houthi memunculkan kerusakan besar dalam ekonomi Timur Tengah secara umum, dan ekonomi Israel khususnya.
“Tertutupnya kebebasan berlayar di Laut Arab karena Houthi adalah peristiwa yang sebelumnya pernah dialami Israel saat Perang 6 Hari,” ujarnya.
Menurutnya, Houthi telah menembakkan 201 rudal dan meluncurkan lebih dari 170 drone atau pesawat tanpa awak sejak perang di Jalur Gaza meletus tahun lalu.
Sebagian besar rudal dan drone itu ditangkis oleh Amerika Serikat (AS) dan Angkatan Udara serta Angkatan Darat.
“Israel tidak siap dalam hal intelijen dan diplomasi untuk menghadapi ancaman dari Houthi di Yaman. Israel belum membentuk koalisi regional untuk melawan ancaman yang membahayakan Mesir, Yordania, dan Eropa.”
Menurutnya, IDF dan komunitas intelijen “bangun terlambat” atau telat menyadari ancaman Houthi. Dia mengatakan hanya Mossad dan Direktorat Intelijen yang mencari informasi intelijen tentang Houthi.
Konflik Palestina Vs Israel
Microsoft Minta Bantuan FBI Hentikan Demo Karyawan yang Minta Putus Hubungan dengan Israel |
---|
Australia Usir Dubes Iran usai Serangan Anti-Yahudi Tahun Lalu, Teheran Janjikan Pembalasan |
---|
Hamas Bantah Klaim Israel, 21 Korban Tewas di Rumah Sakit Nasser Bukan Anggota Pejuang |
---|
Trump akan Pimpin Pertemuan Besar di Gedung Putih Bahas Rencana Kelola Gaza Pascaperang |
---|
IDF Tembak 5 Jurnalis Pakai Rudal di Rumah Sakit Al Nasser Gaza |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.