Minggu, 10 Mei 2026

Tradisi Melukat di Bali semakin populer bagi wisatawan, tapi mengapa warga Bali khawatir?

Upacara pembersihan jiwa dan pikiran di Bali menjadi tren di TikTok. Sebagian warga lokal mengapresiasi hal ini, tetapi tidak sedikit…

Tayang:
BBC Indonesia
Tradisi Melukat di Bali semakin populer bagi wisatawan, tapi mengapa warga Bali khawatir? 

Rollins menggambarkan pengalaman melukat baginya begitu intens dan otentik. Pada saat yang bersamaan, dia mengaku merasa "lebih ringan" setelah menjalaninya.

"Saya bukan orang yang sangat religius, tetapi melukat terasa seperti bentuk terapi," katanya.

Terpisah, Andrea Elliott dari Houston, Texas, memiliki pengalaman serupa.

Elliot baru-baru ini diberhentikan dari pekerjaannya di bidang minyak dan gas yang ditekuninya selama 15 tahun. Dia kemudian mengalami apa yang disebutnya sebagai "momen Eat, Pray, Love".

Elliot awalnya memesan liburan ke Bali untuk sekadar bersantai di pantai. Saat mencari-cari aktivitas lokal di Google, Elliot menemukan paket konsultasi dengan pemuka agama termasuk upacara pembersihan di sebuah pura berusia 1.000 tahun.

"Saya tidak yakin ke mana arah hidup nantinya. Saya membutuhkan semacam petunjuk," kenang Elliot.

Bersama enam pengunjung lainnya, Elliot dipandu ke Candi Mengening yang dipenuhi mata air suci.

Setelah mengenakan kain dan menuruni tangga batu, Elliot memasuki kolam air suci yang setinggi pinggangnya untuk mengikuti ritual.

Elliot mengaku dirinya menjadi sangat emosional saat menjalankan Melukat.

"Saya mulai menangis. Saya merasa terbebas," ujarnya.

Psikolog klinis asal Inggris, Dr. Marianne Trent, menilai ritual seperti Melukat menawarkan struktur pelepasan emosi yang tidak dimiliki budaya Barat.

"[Melukat] membantu menghubungkan antara versi diri kita pada masa lalu dan yang sekarang. Ketika seseorang sedang menghadapi masa sulit, ini sangatlah penting," kata Trent.

Elliott mengaku khawatir akan apropriasi budaya. Bagaimanapun, sambung dia, Melukat adalah upacara keagamaan,

"Saya ingin menghormati budaya setempat sebisa mungkin," katanya.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved