Konflik Suriah
Presiden Suriah Al-Sharaa Bertemu Presiden Turki Erdogan, Bahas Kerja Sama Keamanan
Pertemuan Al-Sharaa dan Erdogan bertujuan membahas pemulihan ekonomi serta keamanan dan stabilitas Suriah.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, menyambut kedatangan Presiden Sementara Suriah, Ahmad al-Sharaa, di Istana Kepresidenan di Ankara, Turki, pada Selasa (4/2/2025).
Al-Sharaa disambut oleh Erdoğan bersama sejumlah kecil pengawal kehormatan di pintu masuk Istana Kepresidenan.
Upacara penyambutan berlangsung sederhana jika dibandingkan dengan kunjungan kepala negara lainnya yang biasanya disertai pasukan dan band militer, lapor Euronews.
Pertemuan keduanya bertujuan membahas pemulihan ekonomi serta keamanan dan stabilitas Suriah.
Dalam konferensi pers bersama setelah pertemuan, Al-Sharaa mengatakan bahwa Turki dan Suriah sedang merencanakan "strategi bersama" untuk mengatasi ancaman keamanan bagi kedua negara.
"Kami membahas ancaman-ancaman yang dapat menghambat persatuan wilayah Suriah, terutama di timur laut Suriah," ujar Al-Sharaa.
Salah satu ancaman bagi Turki adalah keberadaan pasukan pimpinan Kurdi yang didukung oleh Amerika Serikat di wilayah utara Suriah.
Turki memandang milisi Kurdi Suriah, yang merupakan bagian dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF), sebagai cabang dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang di Turki.
Turki secara konsisten mendesak agar kelompok tersebut dibubarkan.
Pejuang yang didukung oleh Turki telah berperang melawan SDF untuk menjauhkan mereka dari perbatasan Turki.
"Kami juga membahas pentingnya tekanan internasional terhadap Israel agar menarik diri dari zona penyangga di Suriah bagian selatan dan melaksanakan perjanjian tahun 1974," tambah Al-Sharaa.
Baca juga: 5 Populer Internasional: Agenda Pertemuan Putin dan Trump - Faksi Baru Suriah Lahir
Sebagai informasi, Al-Sharaa baru saja ditunjuk sebagai Presiden Sementara Suriah minggu lalu.
Ia merupakan mantan pemimpin organisasi Hayat Tahrir al-Sham (HTS), kelompok yang menggulingkan Presiden Bashar al-Assad pada Desember lalu.
Turki dikenal sebagai pendukung kuat kelompok-kelompok yang menentang al-Assad selama perang saudara yang berlangsung selama 13 tahun, sehingga dipandang sebagai sekutu utama pemerintahan baru Suriah.
Turki, yang berbatasan dengan Suriah sepanjang 910 km, juga menjadi negara yang menampung jumlah pengungsi Suriah terbanyak sejak pecahnya perang pada tahun 2011.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Suriah-Ahmad-Al-Sharaa-saat-melakukan-kunjungan-ke-Turki-d.jpg)