Sedikitnya 29 WNI Overstay Digerebek dan Ditangkap Petugas Otoritas Jepang
Jumlah total WNI yang berada di apartemen yang digerebek tersebut melebihi 50 orang
Editor:
Eko Sutriyanto
Keberadaan broker imigrasi terungkap melalui wawancara dengan seorang pengusaha pengolahan makanan laut di Oarai.
"Sebelum pandemi COVID-19, orang Indonesia yang tidak saya kenal sering datang ke tempat saya dan bertanya, 'Apakah Anda ingin menggunakan tenaga kerja asing?' Saya curiga dan bertanya, 'Apakah Anda memiliki visa kerja?' Mereka menjawab, 'Tidak, saya tidak punya,' jadi saya menolak," ungkap pengusaha tersebut.
Yuyasu Sakamoto (75), perwakilan NPO Asosiasi Ibaraki Indonesia, mengaku terganggu dengan keberadaan para broker ini.
"Orang Indonesia yang cerdik menelepon semakin banyak kenalan dari negara asal mereka dan menerima biaya rujukan dengan mengatakan, 'Jika kamu datang ke Oarai, ada pekerjaan.'
Saya menduga broker ini adalah orang Jepang-Amerika. Ada enam atau tujuh orang yang tidak bekerja, hanya bermain-main di belakang saya, jadi saya tidak benar-benar tahu apa yang mereka lakukan," ujarnya.
Diskusi mengenai tenaga kerja Indonesia di Jepang semakin ramai dibicarakan di grup WhatsApp Pecinta Jepang. Bagi yang ingin bergabung secara gratis, dapat mengirimkan email ke: tkyjepang@gmail.com dengan mencantumkan nama, alamat, dan nomor WhatsApp.
Deputi Gubernur BI Ajak Masyarakat Indonesia Gencar Gunakan QRIS yang Kini Resmi Berlaku di Jepang |
![]() |
---|
Potensi Besar Sekali Penetrasi Transaksi Pasar Indonesia-Jepang Pakai QRIS |
![]() |
---|
WNI di Jepang Kini Bisa Gunakan QRIS, Konjen RI Sebut Sebagai Langkah Bersejarah |
![]() |
---|
Kuliner Jepang di Bali: Ramen Kumamoto dengan Cita Rasa Tradisional Kyushu |
![]() |
---|
QRIS Bank Indonesia Semakin Mempererat Hubungan dengan Jepang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.