Konflik Rusia Vs Ukraina
Senyum Zelensky saat Disambut Raja Inggris, 2 Hari setelah Perdebatan Sengit dengan Donald Trump
Zelensky bertolak ke Inggris setelah perdebatan sengitnya dengan Presiden AS Donald Trump.
Trump bahkan keliru menyalahkan Ukraina sebagai pihak yang memulai perang dengan Rusia, serta menyebut Zelensky sebagai "diktator."
Alih-alih menjadi diskusi diplomatik mengenai masa depan Ukraina, pertemuan tersebut berubah menjadi perdebatan panas.
Trump dan Vance mengkritik Zelensky, menuduhnya memanfaatkan dukungan AS sebagai "alat tawar-menawar" dalam negosiasi dengan Rusia.
JD Vance memulai konfrontasi dengan berkata kepada Zelensky, "Tuan Presiden, dengan segala hormat, saya pikir kurang tepat bagi Anda untuk datang ke Ruang Oval dan membuat pernyataan seperti ini di depan media Amerika."
Saat Zelensky merespons penolakan, Trump menyela dengan nada tinggi: "Anda mempertaruhkan nyawa jutaan orang."
Trump kemudian semakin memperkeras nada suaranya, menuduh Zelensky membahayakan dunia dengan menolak negosiasi gencatan senjata.
"Anda mempertaruhkan terjadinya Perang Dunia III, dan tindakan Anda ini sangat tidak menghormati negara ini, yang sudah mendukung Anda jauh lebih banyak daripada yang seharusnya," kata Trump dengan nada marah.
Zelensky akhirnya meninggalkan Gedung Putih tanpa menandatangani perjanjian mineral yang telah direncanakan dan tanpa mengadakan konferensi pers bersama.
Setelah kejadian itu, Zelensky menulis di akun X miliknya: "Terima kasih Amerika, terima kasih atas dukungan Anda, terima kasih atas kunjungannya. Terima kasih @POTUS, Kongres, dan rakyat Amerika. Ukraina membutuhkan perdamaian yang adil dan abadi, dan kami berusaha keras untuk mencapainya."
Ukraina Masih Terbuka soal Perjanjian Mineral
Dalam perkembangan terbaru, Zelensky mengatakan pada hari Minggu bahwa ia masih siap untuk menandatangani kesepakatan mineral dengan Amerika Serikat.
Baca juga: Sosok 4 Capres Ukraina yang Disodorkan AS Usai Zelensky Bertengkar dengan Donald Trump
Mengutip France24, Zelensky menyampaikan komentar tersebut kepada media Inggris di London, menjelaskan bahwa ia yakin dapat menyelamatkan hubungannya dengan Presiden AS Donald Trump setelah pertemuan mereka yang menegangkan di Ruang Oval.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Raja-Charles-dengan-Presiden-Ukraina-Volodymyr-Z1elensky-Zele.jpg)