Konflik Rusia Vs Ukraina
Ukraina Melunak, AS: Zelensky Sudah Minta Maaf dan Mau Tanda Tangani Perjanjian Mineral
AS mengatakan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sudah minta maaf setelah bertengkar dengan Trump dan mau menandatangani perjanjian mineral.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Febri Prasetyo
TRIBUNNEWS.COM - Utusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, mengatakan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah meminta maaf setelah pertengkarannya dengan Trump pada 28 Februari lalu.
Ia mengatakan Zelensky menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama mencapai perdamaian.
Selain itu, Zelensky juga menawarkan untuk menandatangani perjanjian mineral Ukraina.
"Dia menawarkan untuk menandatangani kesepakatan mineral tanah jarang," katanya, Kamis (6/3/2025).
"Kita akan lihat apakah dia akan menindaklanjuti tawaran ini," lanjutnya, seperti diberitakan Al Mayadeen.
Sebelumnya, Zelensky terlibat perdebatan sengit dengan Trump dan wakilnya, J.D. Vance, di Gedung Putih pada Jumat (28/2/2025).
Setelah perselisihan itu, Zelensky dan Trump gagal menandatangani perjanjian mineral yang dijadwalkan pada hari itu.
Perwakilan Khusus AS untuk Ukraina dan Rusia, Keith Kellogg, mengatakan perselisihan tersebut adalah akibat dari perbedaan tujuan antara pemerintah AS dan Ukraina.
Menurut Keith Kellogg, Zelensky mencoba meyakinkan Trump untuk terus mendukung Ukraina, sementara Trump tidak akan memihak siapa pun, seperti diberitakan Pravda.
Pada hari Senin (3/3/2025), AS mengumumkan penangguhan bantuan militer ke Ukraina, yang disusul dengan penangguhan pembagian informasi intelijen.
Hari berikutnya, Trump mengatakan ia telah menerima surat dari Zelensky yang menyatakan ia siap untuk membicarakan perdamaian yang akan mengakhiri perang Rusia-Ukraina.
Baca juga: Zelensky: AS dan Ukraina Siap Bertemu, Lanjutkan Pembicaraan Perdamaian Minggu Depan di Arab Saudi
Kementerian Luar Negeri AS menyambut baik surat permintaan maaf yang dikaitkan dengan Zelensky dan mengatakan proses negosiasi gencatan senjata masih berlangsung.
"Pintu terbuka bagi Zelensky untuk kembali ke Gedung Putih ketika ia siap untuk bernegosiasi," kata Kementerian Luar Negeri AS dalam pernyataannya.
Sementara itu, Zelensky meminta para pemimpin Uni Eropa untuk mendukung gagasan gencatan senjata antara pasukan Rusia dan Ukraina di laut dan udara.
Ia menekankan ini akan menjadi kesempatan untuk menguji kesediaan Rusia untuk mengakhiri invasi tiga tahunnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.