Minggu, 31 Agustus 2025

Konflik Rusia Vs Ukraina

Ukraina Melunak, AS: Zelensky Sudah Minta Maaf dan Mau Tanda Tangani Perjanjian Mineral

AS mengatakan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sudah minta maaf setelah bertengkar dengan Trump dan mau menandatangani perjanjian mineral.

Telegram Zelenskiy Official
ZELENSKY - Foto ini diambil pada Rabu (26/2/2025) dari publikasi resmi Telegram Presiden Ukraina, memperlihatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertemu dengan komunitas Ukraina di Warsawa, Polandia pada 16 Januari 2025. Pada Kamis (6/3/2025), Zelensky dikabarkan telah meminta maaf kepada pemerintah AS setelah berdebat dengan Trump. 

TRIBUNNEWS.COM - Utusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, mengatakan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah meminta maaf setelah pertengkarannya dengan Trump pada 28 Februari lalu.

Ia mengatakan Zelensky menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama mencapai perdamaian.

Selain itu, Zelensky juga menawarkan untuk menandatangani perjanjian mineral Ukraina.

"Dia menawarkan untuk menandatangani kesepakatan mineral tanah jarang," katanya, Kamis (6/3/2025).

"Kita akan lihat apakah dia akan menindaklanjuti tawaran ini," lanjutnya, seperti diberitakan Al Mayadeen.

Sebelumnya, Zelensky terlibat perdebatan sengit dengan Trump dan wakilnya, J.D. Vance, di Gedung Putih pada Jumat (28/2/2025).

Setelah perselisihan itu, Zelensky dan Trump gagal menandatangani perjanjian mineral yang dijadwalkan pada hari itu.

Perwakilan Khusus AS untuk Ukraina dan Rusia, Keith Kellogg, mengatakan perselisihan tersebut adalah akibat dari perbedaan tujuan antara pemerintah AS dan Ukraina.

Menurut Keith Kellogg, Zelensky mencoba meyakinkan Trump untuk terus mendukung Ukraina, sementara Trump tidak akan memihak siapa pun, seperti diberitakan Pravda.

Pada hari Senin (3/3/2025), AS mengumumkan penangguhan bantuan militer ke Ukraina, yang disusul dengan penangguhan pembagian informasi intelijen.

Hari berikutnya, Trump mengatakan ia telah menerima surat dari Zelensky yang menyatakan ia siap untuk membicarakan perdamaian yang akan mengakhiri perang Rusia-Ukraina.

Baca juga: Zelensky: AS dan Ukraina Siap Bertemu, Lanjutkan Pembicaraan Perdamaian Minggu Depan di Arab Saudi

Kementerian Luar Negeri AS menyambut baik surat permintaan maaf yang dikaitkan dengan Zelensky dan mengatakan proses negosiasi gencatan senjata masih berlangsung.

"Pintu terbuka bagi Zelensky untuk kembali ke Gedung Putih ketika ia siap untuk bernegosiasi," kata Kementerian Luar Negeri AS dalam pernyataannya.

Sementara itu, Zelensky meminta para pemimpin Uni Eropa untuk mendukung gagasan gencatan senjata antara pasukan Rusia dan Ukraina di laut dan udara.

Ia menekankan ini akan menjadi kesempatan untuk menguji kesediaan Rusia untuk mengakhiri invasi tiga tahunnya.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan