Konflik Palestina Vs Israel
Presiden Meksiko Menerima Surat Kepercayaan dari Duta Besar Palestina
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menerima surat kepercayaan resmi dari Duta Besar Palestina Nadya RH Rasheed di Istana Nasional di Mexico City
Presiden Meksiko Menerima Surat Kepercayaan dari Duta Besar Palestina
TRIBUNNEWS.COM- Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menerima surat kepercayaan resmi dari Duta Besar Palestina Nadya RH Rasheed di Istana Nasional di Mexico City pada 19 Maret.
Sebagai presiden perempuan dan Yahudi pertama di Meksiko, Sheinbaum menyerukan penerapan “solusi dua negara” dan mengadvokasi pengakuan negara Palestina yang merdeka di samping Israel.
"Kami mengutuk agresi yang tengah terjadi, dan kami juga percaya bahwa negara Palestina harus diakui sepenuhnya, sebagaimana negara Israel diakui. Ini telah menjadi posisi Meksiko selama bertahun-tahun, dan ini adalah posisi yang kami pertahankan," kata Sheinbaum Oktober lalu.
Pada bulan Juni 2023, tiga bulan sebelum dimulainya genosida warga Palestina oleh AS-Israel di Gaza, mantan presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador secara resmi mengakui kenegaraan Palestina, meningkatkan status misi Palestina di Meksiko dari delegasi khusus menjadi status kedutaan penuh.
Sebelum terpilihnya Lopez Obrador pada tahun 2018, sikap diplomatik Meksiko terhadap Palestina terbatas, yakni tetap menjalin hubungan dengan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), mendukung solusi dua negara, dan mengadvokasi perdamaian melalui PBB tanpa secara resmi mengakui negara Palestina.
Pada bulan Mei 2024, Meksiko mengajukan deklarasi intervensi berdasarkan Pasal 63 statuta Mahkamah Internasional (ICJ), yang berupaya untuk bergabung dengan kasus genosida Afrika Selatan terhadap Israel. Negara-negara Amerika Latin lainnya, seperti Brasil, Kuba, dan Venezuela, telah secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap kasus Afrika Selatan tanpa mengajukan permintaan resmi untuk bergabung.
Sheinbaum menerima surat kepercayaan duta besar Palestina pada minggu yang sama ketika Israel memulai kembali kampanye pembersihan etnis di Gaza, menewaskan sedikitnya 500 warga Palestina dalam tiga hari, hampir setengahnya adalah anak-anak.
SUMBER: THE CRADLE
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Claudia-Sheinbaum-3.jpg)