Gempa di Myanmar
Akses Bantuan Terbatas, PBB: Operasi Militer di Myanmar Harus Dihentikan
Ravina Shamdasani mengatakan, meskipun militer telah mengumumkan gencatan senjata, serangan terus berlanjut di seluruh negeri.
Kebutuhan besar Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan tentang meningkatnya risiko kesehatan di Myanmar, dengan rumah sakit kewalahan oleh kasus-kasus trauma, layanan kesehatan terganggu, dan meningkatnya kekhawatiran akan wabah penyakit di kamp-kamp pengungsian.
Wakil Perwakilan WHO Elena Vuolo di negara tersebut kepada UN News menyebut bahwa tidak ada seorang pun dapat meramalkan kehancuran tersebut.
“Saya mengalaminya secara langsung ketika seorang kolega terluka akibat gempa bumi. Kami membawanya ke dua rumah sakit keduanya tidak dapat merawatnya, tidak memiliki perlengkapan untuk menjahitnya," katanya.
Badan kesehatan PBB juga telah menerima laporan tentang peningkatan kasus diare berair akut (AWD) dan kekhawatiran akan wabah kolera di daerah yang paling parah terkena dampak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/update-korban-tewas-gempa-myanmar.jpg)