Kamis, 7 Mei 2026

Gempa di Myanmar

Akses Bantuan Terbatas, PBB: Operasi Militer di Myanmar Harus Dihentikan

Ravina Shamdasani mengatakan, meskipun militer telah mengumumkan gencatan senjata, serangan terus berlanjut di seluruh negeri.

Tayang:
Tangkapan layar YouTube Al Arabiya English
GEMPA MYANMAR - Tangkapan layar dari YouTube Al Arabiya English menunjukkan bangunan-bangunan rusak parah di Mandalay setelah gempa bumi berkekuatan 7,7 SR mengguncang Myanmar, Jumat (28/3/2025). PBB menyerukan operasi militer di Myanmar harus dihentikan, lantaran situasi pasca gempa bumi makin buruk. 

Kebutuhan besar Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan tentang meningkatnya risiko kesehatan di Myanmar, dengan rumah sakit kewalahan oleh kasus-kasus trauma, layanan kesehatan terganggu, dan meningkatnya kekhawatiran akan wabah penyakit di kamp-kamp pengungsian.

Wakil Perwakilan WHO Elena Vuolo di negara tersebut kepada UN News menyebut bahwa tidak ada seorang pun dapat meramalkan kehancuran tersebut.

“Saya mengalaminya secara langsung ketika seorang kolega terluka akibat gempa bumi. Kami membawanya ke dua rumah sakit  keduanya tidak dapat merawatnya, tidak memiliki perlengkapan untuk menjahitnya," katanya.

Badan kesehatan PBB juga telah menerima laporan tentang peningkatan kasus diare berair akut (AWD) dan kekhawatiran akan wabah kolera di daerah yang paling parah terkena dampak.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved