Jumat, 29 Agustus 2025

Konflik Palestina Vs Israel

Angkatan Udara Israel Akan Pecat Pilot yang Teken Petisi Perang Gaza, Tugas di IDF Tak Dilanjutkan

Pejabat militer Israel mengatakan para penandatangan yang sedang bertugas aktif akan diberhentikan karena surat terkait perang Gaza.

Penulis: Nuryanti
IDF
PASUKAN ISRAEL - Foto yang diambil dari laman resmi IDF tanggal 14 Maret 2025 memperlihatkan dua tentara Israel di Jalur Gaza. Pejabat militer Israel mengatakan para penandatangan yang sedang bertugas aktif akan diberhentikan karena surat terkait perang Gaza. 

Diberitakan Reuters, keluarga sandera dan pengunjuk rasa mingguan telah meminta pemerintah sayap kanan Netanyahu untuk membuat kesepakatan dengan Hamas untuk membebaskan para sandera, bahkan jika itu mengharuskan Israel untuk menarik diri sepenuhnya dari Gaza dan menghentikan konflik.

Namun, Netanyahu mengatakan Israel akan terus bertempur hingga semua tujuannya tercapai, termasuk mencabut kemampuan Hamas untuk memerintah Gaza, dan bahwa pendekatan ini pada akhirnya akan membebaskan para sandera.

Sebuah jajak pendapat yang dirilis pada hari Kamis oleh Institut Demokrasi Israel menemukan adanya peningkatan dukungan selama perang untuk memprioritaskan pembebasan sandera daripada pemusnahan Hamas.

Baca juga: Caplok Tepi Barat, Israel Lanjutkan Operasi Tembok Besi Hingga Tahun Depan: Usir Warga Palestina

DEMO WARGA ISRAEL - Tangkapan layar YouTube Al Jazeera English pada Senin (24/3/2025) yang menunjukkan ribuan warga Israel berbaris menuju kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Yerusalem Barat pada Minggu (23/3/2025).
DEMO WARGA ISRAEL - Tangkapan layar YouTube Al Jazeera English pada Senin (24/3/2025) yang menunjukkan ribuan warga Israel berbaris menuju kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Yerusalem Barat pada Minggu (23/3/2025). (Tangkapan layar YouTube Al Jazeera English)

Ditemukan, 68 persen warga Israel menganggap membawa pulang sandera harus menjadi prioritas tertinggi.

Diketahui, perang itu dimulai setelah militan Palestina yang dipimpin Hamas menyerang Israel selatan pada 7 Oktober 2023, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 orang, menurut penghitungan Israel.

Serangan Israel sejak saat itu telah menewaskan lebih dari 50.000 warga Palestina dan menghancurkan Gaza, kata otoritas kesehatan setempat.

Gencatan senjata yang berlangsung dari 19 Januari 2025 hingga 17 Maret 2025 menyaksikan pemulangan 33 sandera Israel – delapan di antaranya dalam peti mati – sebagai imbalan atas pembebasan sekitar 1.800 tahanan Palestina yang ditahan oleh Israel.

Baca juga: Pasukan Israel Lepas Satu Truk Babi di Dekat Kamp Nour Shams, IDF Pakai Senjata Baru di Gaza

Upaya untuk memulihkan gencatan senjata dan membebaskan lebih banyak sandera sejauh ini gagal.

Bulan lalu, Israel melanggar gencatan senjata yang dicapai pada Januari 2025 setelah kedua pihak gagal menyetujui persyaratan untuk memperpanjangnya.

Israel mengatakan operasi militernya akan terus berlanjut hingga 59 sandera yang masih ditahan oleh Hamas dan kelompok militan lainnya dikembalikan.

Sementara, Hamas mengatakan tidak akan membebaskan mereka tanpa kesepakatan yang akan mengakhiri perang secara permanen.

(Tribunnews.com/Nuryanti)

Berita lain terkait Konflik Palestina Vs Israel

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan