Konflik Palestina Vs Israel
Caplok Tepi Barat, Israel Lanjutkan Operasi Tembok Besi Hingga Tahun Depan: Usir Warga Palestina
Perpanjangan waktu Operasi Tembok Besi ini menegaskan upaya Israel menganeksasi wilayah Palestina Tepi Barat sepenuhnya.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Caplok Tepi Barat, Israel Lanjutkan Operasi Tembok Besi Hingga Tahun Depan: Usir Warga Palestina
TRIBUNNEWS.COM - Media Israel, channel i24 melaporkan kalau eselon politik di pemerintahan Benjamin Netanyahu merekomendasikan agar Operasi Tembok Besi pasukan Israel (IDF) di Tepi Barat dilanjutkan setidaknya hingga akhir tahun.
"Media tersebut mengonfirmasi kalau pasukan pendudukan akan tetap berada di pusat Jenin, Tulkarm, dan Nur Shams hingga awal 2026, dan penduduk Palestina tidak akan diizinkan kembali," tulis laporan Khaberni mengutip laporan tersebut, Kamis (10/4/2025).
Perpanjangan waktu Operasi Tembok Besi ini menegaskan apa yang digambarkan oleh banyak analis dan pengamat geopolitik sebagai upaya Israel menganeksasi wilayah Palestina di Tepi Barat sepenuhnya.
Baca juga: Tanda-Tanda Nyata Israel Akan Bangun Negara Khusus Yahudi di 100 Persen Wilayah Palestina
"Intensifnya penyerbuan pasukan Israel lewat operasi militer tersebut di Tepi Barat utara disebut-sebut memiliki tiga tujuan utama: perluasan wilayah lebih lanjut, pemindahan paksa warga Palestina dan aneksasi tanah yang diduduki," tulis ulasan Memo.
Sejak dilaksanakan pada 21 Januari 2025 silam, dua hari setelah gencatan senjata diberlakukan di Jalur Gaza, Israel sudah menewaskan ratusan warga Palestina di Tepi Barat dan menangkap ratusan lainnya.
Israel juga sudah mengusir puluhan ribu pengungsi Palestina dan dan menghancurkan sejumlah rumah dan properti di wilayah pendudukan Tepi Barat.
Israel juga sudah mengerahkan tank-tank di Tepi Barat untuk pertama kalinya dalam lebih dari 20 tahun.
Menteri Pertahanan Israel Katz secara terbuka menyatakan kalau tentara IDF akan tetap berada di kamp-kamp pengungsi Palestina di Tepi Barat "hingga tahun depan" untuk memastikan kalau penduduk Palestina tidak dapat kembali.
Ketika operasi, yang dimulai di kota Jenin dan kamp pengungsi yang berdekatan, menyebar ke beberapa kota dan kamp Tepi Barat, para analis mengatakan bahwa tujuan lama Israel untuk mencaplok wilayah Palestina yang diduduki kini lebih jelas dari sebelumnya.
“Israel berencana mencaplok Tepi Barat dan memaksa warga Palestina masuk ke wilayah sekecil mungkin, khususnya mengusir mereka dari Area C,” kata akademisi Palestina asal Inggris Kamel Hawwash kepada Anadolu , merujuk pada pembagian yang mencakup sekitar 60 persen wilayah Palestina.
“Israel juga mempersenjatai para pemukim sehingga mereka dapat meneror penduduk, serta membakar dan menghancurkan rumah dan mobil.”
Hawwash mengungkapkan kekhawatirannya bahwa Presiden AS Donald Trump mungkin mengakui aneksasi Israel atas Tepi Barat, seperti yang dilakukannya terhadap Yerusalem dan Dataran Tinggi Golan Suriah , keduanya diduduki oleh Israel sejak 1967.
Baca juga: Proyek Yerusalem Raya Israel: Pencaplokan Tepi Barat Meluas, Zionis Jegal Negara Palestina Merdeka

Abdaljawad Omar, seorang dosen di Universitas Birzeit, menyebut kalau aneksasi, utamanya akan menjadi langkah simbolis Israel yang ditujukan untuk mengamankan pengakuan Amerika atas kendali de facto Israel atas Tepi Barat, di mana Israel telah menjalankan kekuasaan atas 62 persen wilayah tersebut.
Aneksasi akan menjadi kematian bagi wacana solusi dua negara, sekaligus menunjukkan kalau AS "sepenuhnya berada di pihak Israel dalam hal perluasan koloni ilegal di Tepi Barat," jelas Omar.
Konflik Palestina Vs Israel
Trump Janji Stop Perang Gaza, Agresi Israel ke Palestina Bakal Rampung dalam Dua Pekan |
---|
Apa Itu Ketuk Ganda? Strategi Israel Serang RS Nasser di Khan Yunis yang Tewaskan Nakes & Jurnalis |
---|
Unit Militer Israel Geram atas 'Penyesalan' Netanyahu terkait Serangan RS Nasser |
---|
Paus Leo XIV Minta Israel dan Hamas segera Berdamai dan Lepas Masing-masing Sandera |
---|
Pasukan Darat Israel Sudah Buka Jalan ke Kota Gaza, Serbuan Besar-besaran Segera Terjadi |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.