Sabtu, 25 April 2026

Konflik Suriah

Arab Saudi Akan Bayari Utang Suriah Sebesar Rp 252 Miliar ke Bank Dunia

Duit Mulai Mengalir ke Suriah Pasca-Kejatuhan Rezim Assad. Negara itu kini mendapat gelontoran dana-dana segar dari negara Teluk, termasuk dari Saudi

SANA
SALAMAN - Putra mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (kanan) bersamalam saat menyambut Presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa, pada hari Minggu, 2 Februari 2025. Arab Saudi jadi satu di antara negara kaya di Teluk yang mulai menggelontorkan dana segar ke Suriah pasca-kejatuhan rezim Bashar al-Assad yang didukung Iran. 

Pada bulan Januari, pemerintah AS memberikan pengecualian selama enam bulan atas beberapa sanksi untuk mendukung bantuan kemanusiaan, tetapi dampaknya terbatas.

Reuters juga melaporkan bahwa delegasi tingkat tinggi Suriah akan melakukan perjalanan ke Washington akhir bulan ini untuk menghadiri pertemuan musim semi tahunan Bank Dunia dan IMF—kunjungan pertama sejak jatuhnya Assad.

Masih belum jelas apakah delegasi tersebut akan bertemu dengan pejabat Amerika.

Di dalam AS, pemerintahan Biden terbagi dalam cara mendekati para penguasa baru Suriah.

Beberapa pejabat lebih menyukai keterlibatan yang lebih dalam, sementara yang lain mengutip hubungan masa lalu mereka dengan kelompok ekstremis seperti Al-Qaeda sebagai alasan untuk menjaga jarak.

Jika rencana Riyadh berjalan lancar, hal itu mungkin menandai momen krusial dalam membentuk kembali hubungan Suriah dengan negara-negara tetangganya di Teluk—dan berpotensi membuka pintu bagi rehabilitasi internasional yang lebih luas.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved