Konflik Palestina Vs Israel
Prabowo Desak Gencatan Senjata di Gaza Palestina Usai Bertemu dengan Raja Yordania
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendesak adanya gencatan senjata di Gaza Palestina.
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Dewi Agustina
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendesak adanya gencatan senjata di Gaza Palestina.
Hal itu disampaikan Presiden Prabowo usai bertemu dengan Raja Yordania Raja Abdullah II bin Al-Hussein, di Istana Al Husseiniya, Amman, Kerajaan Yordania Hasyimiyah, pada Senin (14/4/2025) waktu setempat.
Baca juga: Hamas Setuju Bebaskan 9 Sandera Israel, Janji Lepas Semua Tahanan jika Perang Gaza Berakhir
"Juga kita mendesak segera ada gencatan senjata," kata Prabowo.
Indonesia kata Prabowo menawarkan segala sumber daya agar bisa mempercepat proses perdamaian di Gaza.
Selain itu Indonesia juga menawarkan bantuan kemanusiaan untuk menolong warga Palestina di Gaza.
"Kita juga bicara masalah Gaza, bagaimana kita bisa membantu dari segi kemanusiaan," katanya.
Dalam pertemuan bilateral dengan Raja Yordania, Prabowo menegaskan bahwa kedua negara merupakan garda terdepan dalam membela kepentingan rakyat Palestina.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya mencari solusi damai yang adil dan seimbang di kawasan tersebut.
Baca juga: Hamas Siap Bebaskan Semua Sandera Israel, tapi Harus Ada Jaminan Zionis Akan Akhiri Perang di Gaza
"Indonesia sangat mendukung hak rakyat Palestina untuk merdeka dan memiliki negara sendiri," tuturnya dalam pertemuan.
Sebelumnya, kondisi di jalur Gaza Palestina terus memburuk.
Israel telah memblokir masuknya semua bantuan kemanusiaan ke 2,3 juta penduduk Gaza sejak awal Maret.
Dikutip dari Al Jazeera, pada tanggal 18 Maret, Israel secara sepihak melanggar gencatan senjata yang telah berlangsung sejak Januari.

Melancarkan kembali serangan di seluruh Gaza dan menewaskan ratusan warga Palestina lainnya.
Pada tanggal 25 Maret, PBB mengumumkan akan menarik 30 persen staf internasionalnya dari Gaza setelah serangan udara Israel menewaskan seorang staf PBB asal Bulgaria dan melukai enam pekerja asing lainnya.
Philippe Lazzarini, kepala badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA), memperingatkan bahwa krisis kelaparan lain mengancam di Gaza dan menuduh Israel melakukan "persenjataan bantuan kemanusiaan" yang ilegal.
Kombinasi bom dan situasi kemanusiaan yang melemahkan dengan cepat memperburuk kondisi rakyat Gaza.
Tetapi hal ini telah menjadi hal yang konstan sejak dimulainya perang pada bulan Oktober 2023.
Perang Israel di Gaza Telah Menewaskan 50.983 Warga Palestina
Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan bahwa 38 orang tewas dalam 24 jam terakhir dan satu orang diselamatkan dari bawah reruntuhan.
Ini menjadikan jumlah korban tewas akibat serangan Israel sejak awal perang menjadi 50.983 orang tewas dan 116.274 orang terluka.
Sejak 18 Maret, ketika Israel mengakhiri gencatan senjata dengan melancarkan lebih banyak serangan, sedikitnya 1.613 warga Palestina telah terbunuh dan 4.233 terluka.
Sejumlah besar korban diyakini masih terjebak di bawah reruntuhan atau hilang dan tidak dapat dijangkau.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.