Konflik Palestina Vs Israel
Rudal Houthi Hantam Ben Gurion, Mengapa Sistem Pertahanan Canggih Israel-AS Gagal Menangkis?
Kegagalan sistem pertahanan canggih Arrow 3 milik Israel dan THAAD) buatan AS dalam menangkis rudal Houthi memunculkan pertanyaan besar.
Penulis:
Febri Prasetyo
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
TRIBUNNEWS.COM – Kegagalan sistem pertahanan canggih Arrow 3 milik Israel dan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) buatan Amerika Serikat (AS) dalam menangkis rudal Houthi memunculkan pertanyaan besar yang belum bisa dijawab dengan pasti.
Rudal itu sukses menembus sistem pertahanan berlapis milik Israel dan jatuh di Bandara Internasional Ben Gurion pada hari Minggu, (4/5/2025).
Salah satu media Israel, All Israel News, dalam artikelnya bahkan menyebut peristiwa itu adalah pertama kalinya rudal Houthi gagal dicegat sejak 7 Oktober 2023 atau meletusnya perang di Jalur Gaza.
Artikel itu berjudul “Penangkisan Gagal – Pertama Kalinya sejak 7 Oktober, Rudal Houthi Menghantam Israel, Mendarat di Dekat Bandara Ben Gurion setelah Upaya Penangkisan Gagal”.
Sementara itu, militer Israel mengaku sudah melakukan upaya untuk mencegat rudal itu.
“Setelah sirene yang berbunyi di beberapa tempat di Israel, beberapa upaya telah dilakukan untuk mencegat rudal yang diluncurkan dari Yaman,” demikian pernyataan resmi militer Israel.
Channel 12 melaporkan militer Israel meyakini bahwa Arrow 3 dan THAAD telah gagal menangkis rudal Yaman. Kegagalan itu memincu kekhawatiran mengenai keamanan Bandara Ben Gurion.
Salah satu media Israel lainnya menyebut serangan terbaru Houthi sebagai “operasi militer paling berbahaya sejak awal perang”.
Adapun surat kabar Maariv berujar bahwa serangan itu “dramatis dalam skala global”.

Rudal jenis baru?
Israel kini masih menyelidiki penyebab lolosnya rudal Yaman. Sementara itu, Al Mayadeen menyodorkan klaim yang mungkin bisa menjadi petunjuknya.
Baca juga: Ben Gurion Dirudal, Houthi Dipuji Luar Biasa, Masih Bisa Serang Israel meski Baru Saja Digempur AS
Al Mayadeen mengklaim rudal yang baru saja ditembakkan itu adalah rudal jenis baru.
“Houthi telah mengembakan rudal dan senjata strategis yang mampu menghindari sistem radal,” kata media itu.
“Mereka juga mengembangkan senjata sistem pertahanan dan masih juga mengembangkan rudal dipersonik secara kuantitatif maupun kualitatif.”
Di sisi lain, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengklaim rudal Houthi sudah terdeteksi setelah diluncurkan. Lalu, dua rudal pencegat dikerahkan, tetapi gagal menangkis rudal Houthi.
Pusat Informasi Terorisme dan Intelijen Israel sebelumnya mengatakan Houthi punya rudal balistik jenis Quds 2 dan Quds 3 yang jarak jangkauannya mencapai 1.300 hingga 2.000 km.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.