Jumat, 10 April 2026

Makanan ultra-olahan mungkin ada hubungannya dengan kematian dini

Makanan ultra olahan, seperti keripik kentang, biskuit, es krim, hot dog, dan minuman bersoda semakin banyak disajikan. Namun, apa…

BBC Indonesia
Makanan ultra-olahan mungkin ada hubungannya dengan kematian dini 

Orang yang terlalu banyak menyantap makanan ultra-olahan (ultra-processed food, UPF) mungkin berisiko lebih besar meninggal dini, seperti yang ditunjukkan dalam sebuah penelitian di delapan negara termasuk UK dan AS.

Daging olahan, biskuit, minuman bersoda, es krim, dan beberapa sereal sarapan adalah contoh UPF yang semakin banyak dijumpai dalam menu makanan di seluruh dunia.

UPF cenderung mengandung lebih dari lima bahan—yang biasanya tidak ditemukan dalam masakan rumahan—seperti bahan tambahan (aditif), pemanis, dan bahan kimia untuk memperbaiki tekstur atau penampilan makanan.

Para ahli belum mengetahui komponen UPF apa yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan. Ada sedikit bukti bahwa gangguan kesehatan itu terkait dengan pemrosesan makanan itu sendiri dan bisa juga karena makanan tersebut mengandung lemak, garam, dan gula yang tinggi.

'Bahan tambahan kimia'

Para peneliti di balik riset yang diterbitkan merujuk pada kajian sebelumnya untuk memperkirakan dampak asupan makanan ultra-olahan terhadap risiko kematian.

Studi ini tidak dapat membuktikan secara pasti bahwa UPF menyebabkan kematian dini.

Ini karena jumlah makanan ultra-olahan dalam asupan seseorang juga terkait dengan pola makan mereka secara keseluruhan, tingkat olahraga, gaya hidup yang lebih luas, dan tingkat kekayaan. Semuanya juga berpengaruh terhadap kesehatan.

Studi tersebut merujuk pada berbagai survei yang melihat menu makanan dan data kematian dari delapan negara, yaitu Australia, Brasil, Kanada, Chili, Kolombia, Meksiko, UK, dan AS.

Laporan tersebut memperkirakan bahwa di UK dan AS—tempat UPF menyumbang lebih dari setengah asupan kalori—14% kematian dini dapat dikaitkan dengan bahaya yang ditimbulkan UPF.

Penelitian ini memperkirakan di negara-negara seperti Kolombia dan Brasil—tempat asupan UPF jauh lebih rendah (kurang dari 20?ri asupan kalori)—UPF terkait dengan sekitar 4% kematian dini.

Penulis utama dalam penelitian ini, Dr Eduardo Nilson, dari Brasil, mengatakan UPF memengaruhi kesehatan "karena perubahan makanan selama pemrosesan industri dan penggunaan bahan sintetis, termasuk pewarna, perasa dan pemanis buatan, pengemulsi, dan berbagai zat tambahan lagi dalam prosesnya.

 

Menurut perhitungan mereka, pada 2018 terdapat 124.000 kematian dini akibat konsumsi makanan ultra-olahan di AS. Di UK jumlahnya hampir mencapai 18.000.

Studi tersebut menyebutkan pemerintah harus memperbarui kampanye menu makanan mereka untuk membujuk orang agar mengurangi jenis makanan ini.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved