Senin, 27 April 2026

Makanan ultra-olahan mungkin ada hubungannya dengan kematian dini

Makanan ultra olahan, seperti keripik kentang, biskuit, es krim, hot dog, dan minuman bersoda semakin banyak disajikan. Namun, apa…

BBC Indonesia
Makanan ultra-olahan mungkin ada hubungannya dengan kematian dini 

Tidak ada satu definisi pun yang disepakati semua orang, tetapi klasifikasi ini sering digunakan. Contohnya meliputi:

  • kue, pastry, dan biskuit
  • Keripik
  • roti supermarket
  • Sosis, burger, hot dog
  • Sup instan, mie, dan makanan penutup
  • nugget ayam
  • fillet/makanan olahan dari ikan
  • yoghurt buah dan minuman buah
  • margarin dan olesan
  • susu formula bayi

Beberapa pertanyaan yang belum terjawab

Angka-angka dalam penelitian ini didasarkan pada pemodelan dampak makanan ultra-olahan terhadap kesehatan masyarakat.

Prof Kevin McConway, profesor emeritus bidang statistik terapan Open University mengatakan penelitian ini membuat banyak asumsi matematis yang harus dimaknai secara hati-hati.

"Masih belum jelas betul apakah konsumsi UPF sama sekali buruk bagi kesehatan, atau unsur UPF apa yang mungkin berperan.

"Ini semua berarti bahwa tidak mungkin bagi satu penelitian untuk memastikan apakah perbedaan kematian antara orang yang mengonsumsi jumlah UPF dengan taraf berbeda disebabkan oleh perbedaan konsumsi UPF mereka."

"Dari penelitian semacam ini, Anda masih tidak bisa memastikan apa yang menyebabkan apa."

Dr Nerys Astbury, seorang ahli diet dan obesitas di University of Oxford, juga setuju penelitian ini punya keterbatasan.

Sudah jadi pengetahuan umum bahwa makanan tinggi energi, lemak, dan gula dapat meningkatkan risiko penyakit, seperti diabetes tipe 2, obesitas, gangguan jantung, dan beberapa jenis kanker, yang dapat menyebabkan kematian dini.

"Banyak UPF cenderung tinggi nutrisi-nutrisi ini," katanya, sambil menambahkan bahwa penelitian sampai saat ini belum dapat membuktikan bahwa efek UPF disebabkan oleh hal-hal selain "diet tinggi makanan yang padat energi dan mengandung lemak dan gula dalam jumlah besar."

Jenis penelitian ini tidak dapat membuktikan bahwa konsumsi makanan ultra-olahan berbahaya, kata Dr Stephen Burgess di Cambridge University.

Seberapa bugar fisik seseorang mungkin menjadi penyebab utama kesehatan yang buruk. Tetapi ketika banyak penelitian di banyak negara dan budaya menunjukkan UPF dapat menjadi risiko bagi kesehatan, Dr Burgess mengatakan "makanan ultra-olahan tidak bisa dianggap enteng."

Federasi Makanan dan Minuman, yang mewakili produsen, mengatakan istilah 'makanan ultra-olahan' "memberi stigma jahat pada makanan yang sebenarnya dapat membantu orang mengonsumsi diet seimbang yang sehat, seperti yoghurt, saus pasta, atau roti."

Federasi juga menyebut semua zat aditif yang digunakan produsen makanan sudah disetujui oleh Badan Standar Makanan, yang memastikan keamanan makanan dan minuman untuk dikonsumsi.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved