Minggu, 11 Januari 2026

Konflik India dan Pakistan

Pelanggaran Gencatan Senjata India-Pakistan: Apa yang Terjadi?

India dan Pakistan saling menuduh melakukan pelanggaran di wilayah Kashmir, beberapa jam setelah keduanya menyepakati usulan gencatan senjata

Tangkapan layar Youtube
INDIA BOMBARDIR PAKISTAN- India membombardir enam lokasi dengan 24 serangan di Pakistan dan Kashmir yang dikelola Pakistan, India dan Pakistan saling menuduh melakukan pelanggaran di wilayah Kashmir, beberapa jam setelah keduanya menyepakati usulan gencatan senjata. 

TRIBUNNEWS.COM – Gencatan senjata antara India dan Pakistan, yang diharapkan dapat meredakan ketegangan di wilayah Kashmir, tampaknya hanya bertahan sangat singkat.

Hanya beberapa jam setelah kesepakatan ini diumumkan, kedua negara saling tuduh melanggar perjanjian tersebut.

Mari kita telusuri lebih dalam mengenai dinamika yang terjadi.

Apa yang Terjadi Setelah Gencatan Senjata Diumumkan?

Setelah gencatan senjata diumumkan pada tanggal 10 Mei 2025, situasi di Kashmir cepat berubah.

Dalam keterangan resmi, Menteri Luar Negeri India, Vikram Misri, menyatakan bahwa terdapat pelanggaran berulang oleh Pakistan terhadap kesepakatan tersebut.

Misri menuduh Pakistan memulai kembali serangan baku tembak di perbatasan yang disengketakan, serta menyebut tentara India telah membalas tindakan tersebut.

"Telah terjadi pelanggaran berulang yang dilakukan Pakistan terhadap kesepahaman yang telah kita capai," kata Misri, seperti yang dikutip oleh BBC International.

Bagaimana Tanggapan Pakistan Terhadap Tuduhan Ini?

Di sisi lain, pejabat dari Pakistan membantah tuduhan tersebut.

Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, menyebut klaim India sebagai tidak berdasar.

Ia menegaskan, justru India yang melakukan pelanggaran di beberapa wilayah.

Ia menekankan pentingnya komunikasi yang tepat dalam mengatasi masalah yang muncul selama pelaksanaan gencatan senjata dan meminta agar pasukan di lapangan menahan diri.

Mengapa Gencatan Senjata Ini Sangat Penting?

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menekankan bahwa gencatan senjata ini dilakukan demi kepentingan bersama.

Ia bahkan menuduh India menyebarkan informasi palsu dan menyerang situs-situs keagamaan di Pakistan.

Sejumlah laporan dari wilayah Kashmir menunjukkan bahwa meskipun gencatan senjata diumumkan, ledakan dan aktivitas militer tetap terjadi.

Omar Abdullah, seorang pejabat tinggi yang terpilih di wilayah tersebut, mengungkapkan, “Ini bukan gencatan senjata. Unit pertahanan udara di tengah Srinagar baru saja dibuka,” melalui media sosial.

Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved