Konflik Rusia Vs Ukraina
Zelenskiy Tantang Putin Datang Langsung ke Istanbul Temui Dirinya: Jangan Cari Alasan Lagi
Kedatangan Putin pada kamis ini jadi pertanyaan besar mengingat ia dan Zelenskiy terakhir bertemu pada Desember 2019 lalu.
Penulis:
Bobby W
Editor:
Sri Juliati
Respons Trump dan Rusia dalam Perundingan Damai

Trump, yang memiliki kewenangan untuk melanjutkan atau menghentikan pasokan senjata AS ke Ukraina, mengambil pendekatan berbeda terkait perundingan damai ini.
Sosok Presiden AS tersebut tampak lebih menyudutkan Ukraina agar menyepakati proposal perundingan damai yang diajukan oleh RUsia.
"Presiden Rusia Vladimir Putin tidak ingin membuat kesepakatan gencatan senjata dengan Ukraina, tetapi ingin bertemu di Turki pada Kamis untuk menegosiasikan akhir dari pembantaian ini. Ukraina harus segera setuju!" tulis Trump di Truth Social.
"Setidaknya mereka (Rusia) bisa menilai apakah kesepakatan mungkin tercapai, dan jika tidak, para pemimpin Eropa dan AS akan tahu posisi sebenarnya dan dapat bertindak sesuai hal itu." sambungnya
Di lain pihak, Moskwa sendiri juga melihat peluang untuk mengurangi tekanan sanksi ekonomi dan kembali terlibat dengan dunia ekonomi global melalui perundingan damai ini.
Namun demikian, Putin menolak apa yang disebutnya upaya "ultimatum" yang digunakan oleh perkumpulan negara-negara besar di Eropa dalam aliansinya bersama Ukraina .
Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan diskusi tentang penyebab akar konflik harus mendahului pembicaraan gencatan senjata yang dituntut oleh Uni Eropa dan Ukraina.
Meski Rusia tidak berkomitmen sepenuhnya akan gencatan senjata yang dituntut Eropa, Zelenskiy meyakini bahwa gencatan senjata untuk Ukraina tetap berlaku mulai Senin ini.
"Kami menunggu gencatan senjata penuh dan permanen mulai besok untuk menjadi dasar diplomasi," tulisnya di X.
Dalam pidato Minggu malam (11/5/2025), Zelenskiy juga menegaskan bahwa ia menantikan jawaban Rusia untuk mematuhi tuntutan Uni Eropa.
Bila Rusia tak menggubris atau menaati gencatan senjata tersebut, Zelenskiy mengaku bahwa pasukannya siap membalas Moskwa tidak .
(Tribunnews.com/Bobby)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.