Konflik Iran Vs Israel
Netanyahu dan Trump Berselisih di Telepon, Hubungan Israel dan AS Makin Panas
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump berselisih saat melakukan panggilan telepon untuk bahas Iran.
TRIBUNNEWS.COM - Perselisihan terjadi antara Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dengan Presiden AS, Donald Trump.
Perselisihan itu terjadi saat Benjamin Netanyahu melakukan panggilan telepon dengan Donald Trump pada Kamis (22/5/2025).
Dalam panggilan itu, Netanyahu dan Trump terlibat percakapan sengit saat membahas soal Iran.
Channel 12 Israel melaporkan pada Senin (26/5/2025), percakapan itu diwarnai oleh perbedaan pendapat yang sengit, dengan Trump menyebut dirinya ingin menyelesaikan masalah dengan Iran secara diplomatik.
"Saya yakin dengan kemampuan saya untuk membuat kesepakatan yang baik," tegas Trump, seperti dikutip The Times of Israel.
Trump bahkan memberikan nada menekan kepada Netanyahu tentang niatnya yang menurutnya dapat melayani kepentingan kedua belah pihak.
Nada percakapan yang dilaporkan tampaknya bertentangan dengan klaim sebelumnya yang menunjukkan kedua pemimpin telah mengakhiri panggilan mereka dengan saling pengertian.
Sebagai tanggapan, Kantor Perdana Menteri membantah kepada jaringan tersebut, Netanyahu memiliki "pembicaraan yang menegangkan" dengan Trump.
Menyusul panggilan telepon itu, kantor Netanyahu telah mengeluarkan pernyataan yang menyatakan, ia dan Trump “sepakat mengenai perlunya memastikan bahwa Iran tidak memperoleh senjata nuklir”.
Sementara itu, Trump telah menggembar-gemborkan "kemajuan nyata" dalam negosiasi nuklir yang sedang berlangsung antara AS dan Iran.
Trump pada hari Minggu meramalkan bahwa mungkin akan ada "kabar baik" di masa mendatang.
Baca juga: Para Perwira Shin Bet Ancam Mundur Massal Karena Netanyahu Angkat Mayjen David Zini Jadi Bos Baru
Namun, Kementerian Luar Negeri Teheran menyatakan pada hari Senin bahwa belum ada tanggal yang ditetapkan untuk putaran pembicaraan berikutnya dan berjanji bahwa Republik Islam tersebut tidak akan mempertimbangkan untuk menangguhkan sementara pengayaan uranium, seperti yang dituntut AS.
Laporan Channel 12 mengenai ketegangan antara Netanyahu dan Trump muncul tak lama setelah Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem mengatakan bahwa Trump secara khusus mengirimnya untuk berbicara dengan Netanyahu.
"Saya ke sini (Israel) untuk berbicara dengan Perdana Menteri mengenai bagaimana negosiasi berlangsung dan betapa pentingnya kita tetap bersatu dan membiarkan proses ini berjalan," ungkap Noem.
Noem menggambarkan pertemuannya dengan Netanyahu di Yerusalem sebagai "sangat jujur".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Perdana-Menteri-Israel-Benjamin-Netanyahu-Presiden-AS-Donald-Trump-42321.jpg)