Konflik Palestina Vs Israel
Sikap Prancis akan Tambah Keras terhadap Israel jika Terus Menghalangi Bantuan ke Gaza, Kata Macron
Prancis akan memperkeras posisinya terhadap Israel jika negara itu terus memblokir bantuan kemanusiaan ke Gaza , kata Presiden Prancis Emmanuel Macron
Editor:
Muhammad Barir
Sikap Prancis akan Tambah Keras terhadap Israel jika Terus Menghalangi Bantuan ke Gaza, Kata Macron
TRIBUNNEWS.COM- Prancis akan memperkeras posisinya terhadap Israel jika negara itu terus memblokir bantuan kemanusiaan ke Gaza , kata Presiden Prancis Emmanuel Macron pada hari Jumat, menegaskan kembali bahwa Paris berkomitmen pada solusi dua negara untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina.
"Blokade kemanusiaan menciptakan situasi yang tidak dapat dipertahankan di lapangan," kata Macron pada konferensi pers bersama di Singapura dengan Perdana Menteri Lawrence Wong.
"Jadi, jika tidak ada respons yang sesuai dengan situasi kemanusiaan dalam beberapa jam dan hari ke depan, tentu saja, kami harus memperkuat posisi kolektif kami," kata Macron, seraya menambahkan bahwa Prancis mungkin mempertimbangkan untuk menerapkan sanksi terhadap pemukim Israel.
"Tetapi saya masih berharap pemerintah Israel akan mengubah pendiriannya dan akhirnya kita akan mendapatkan tanggapan kemanusiaan".
Di bawah tekanan internasional yang meningkat, Israel mengakhiri sebagian blokade bantuan selama 11 minggu di Gaza minggu lalu, yang memungkinkan sejumlah bantuan terbatas untuk dikirimkan di bawah sistem yang banyak dikritik .
Kementerian luar negeri Israel mengatakan pernyataan bahwa ada blokade kemanusiaan di Gaza adalah "kebohongan yang nyata".
Dikatakan bahwa hampir 900 truk bantuan telah memasuki Jalur Gaza sejak blokade dilonggarkan dan sistem baru yang didukung AS telah mendistribusikan 2 juta makanan dan ribuan paket bantuan.
"Akan tetapi, alih-alih memberikan tekanan pada Hamas, Macron ingin menghadiahi mereka dengan negara Palestina," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.
Macron mengatakan Paris berkomitmen untuk bekerja menuju solusi politik dan menegaskan kembali dukungannya terhadap solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina.
Keberadaan negara Palestina "bukan sekadar kewajiban moral tetapi juga kebutuhan politik," kata Macron kepada wartawan di Singapura, dalam komentar yang disiarkan di TV Prancis.
Macron condong ke arah pengakuan negara Palestina, kata para diplomat dan pakar, sebuah langkah yang dapat membuat Israel marah dan memperdalam perpecahan Barat.
Pejabat Prancis sedang mempertimbangkan langkah tersebut menjelang konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang diselenggarakan bersama oleh Prancis dan Arab Saudi pada bulan Juni, untuk menetapkan parameter bagi peta jalan menuju negara Palestina, sambil memastikan keamanan Israel.
Israel melancarkan operasinya di Gaza sebagai respons atas serangan Hamas di selatannya pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan 251 sandera disandera ke Gaza, menurut penghitungan Israel.
Perang sejak saat itu telah menewaskan lebih dari 54.000 warga Palestina, kata otoritas kesehatan Gaza.
Konflik Palestina Vs Israel
Microsoft Minta Bantuan FBI Hentikan Demo Karyawan yang Minta Putus Hubungan dengan Israel |
---|
Australia Usir Dubes Iran usai Serangan Anti-Yahudi Tahun Lalu, Teheran Janjikan Pembalasan |
---|
Hamas Bantah Klaim Israel, 21 Korban Tewas di Rumah Sakit Nasser Bukan Anggota Pejuang |
---|
Trump akan Pimpin Pertemuan Besar di Gedung Putih Bahas Rencana Kelola Gaza Pascaperang |
---|
IDF Tembak 5 Jurnalis Pakai Rudal di Rumah Sakit Al Nasser Gaza |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.