Minggu, 31 Agustus 2025

Konflik Rusia Vs Ukraina

Dianggap Taklukkan NATO, 12 Tentara Rusia Terima Hadiah Rp 3,5 M Usai Tembak Jatuh Jet F-16 Ukraina

Keberhasilan menembak jatuh F-16—salah satu jet tempur multiperan generasi keempat tercanggih di Barat—dipandang sebagai pencapaian simbolis Rusia

Tangkapan layar YouTube WION
JET TEMPUR F-16 - Tangkapan layar YouTube WION diambil pada Senin (14/4/2025) menunjukkan Jet Tempur F-16 Ukraina dalam Pertempuran Udara. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan telah menembak jatuh jet tempur F-16 rancangan AS yang dioperasikan oleh Ukraina. 

Dianggap Taklukkan NATO, 12 Personel Militer Rusia Terima Hadiah Rp 3,5 Miliar Usai Tembak Jatuh Jet F-16 Ukraina

TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak 12 personel militer Rusia dilaporkan menerima hadiah uang tunai sebesar 15 juta rubel (sekitar US$195.000 atau Rp 3,5 miliar) dari perusahaan industri Fores atas dugaan keberhasilan mereka menembak jatuh jet tempur F-16 Fighting Falcon pertama Ukraina yang dipasok oleh Amerika Serikat (AS).

Laporan ini menyoroti perkembangan yang menggambarkan keterlibatan sektor swasta Rusia dalam mendukung kampanye perang negara tersebut melawan Ukraina. 

Baca juga: Taktik Baru Rusia Bombardir Ukraina: Drone Shahed Iran Terbang Tinggi Lalu Menukik 289 Km Per Jam

Upacara pemberian penghargaan secara resmi diadakan pada Kamis, 29 Mei 2025 , di dekat garis depan kampanye militer Rusia di Ukraina, di hadapan beberapa pejabat militer tinggi negara itu.

Penghargaan ini menandakan pentingnya strategi untuk berhasil mengalahkan pesawat buatan NATO.

"Fores telah memenuhi janjinya untuk menyerahkan 15 juta rubel kepada anggota Angkatan Bersenjata Federasi Rusia untuk menembak jatuh F-16 pertama di zona operasi militer khusus," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan kepada kantor berita negara TASS .
  
Keberhasilan menembak jatuh F-16—salah satu jet tempur multiperan generasi keempat tercanggih di Barat—dipandang sebagai pencapaian simbolis dan strategis bagi Moskow, terutama saat Ukraina mulai mengoperasikan pesawat berteknologi tinggi yang diterima dari negara-negara NATO.

Hingga Mei 2025, Ukraina dilaporkan telah menerima sekitar 20 F-16 Fighting Falcons , dan pengiriman tambahan diperkirakan akan terus berlanjut sepanjang tahun.

Pesawat-pesawat itu merupakan bagian dari inisiatif kerja sama militer yang lebih luas oleh sekutu Eropa untuk memodernisasi angkatan udara Ukraina dan meningkatkan kemampuan negara itu dalam melawan ancaman udara dan rudal Rusia.
 
Belanda telah berjanji untuk mengirimkan 24 F-16 , dengan pengiriman dimulai pada akhir tahun 2024 secara bertahap.

Selain itu, Denmark juga telah berjanji untuk mengirimkan 19 pesawat , dengan pesawat pertama tiba tahun lalu dan sisanya dijadwalkan menyusul sepanjang tahun 2025.

Adapun Norwegia telah menjanjikan 6 F-16 , dan proses pengirimannya sedang berlangsung.
Belgia juga telah menyatakan komitmen untuk mengirimkan 30 pesawat , dengan pengiriman diharapkan akan dimulai tahun ini.

Secara total, Ukraina diperkirakan akan menerima sekitar 85 jet tempur F-16 dari mitra-mitra Eropanya, yang dipandang sebagai dorongan besar bagi kemampuan udara Kyiv dalam menghadapi konflik berkepanjangan dengan Rusia.

Sebelumnya, CEO Fores Sergey Shmotyev , saat menghadiri Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg, Petersburg , telah menyatakan bahwa perusahaannya akan memberikan insentif keuangan kepada unit militer pertama yang berhasil menembak jatuh pesawat F-16 di wilayah udara Ukraina—sebuah janji yang kini telah dipenuhi.

Foto jet tempur F-16 yang telah tiba di Ukraina
Foto jet tempur F-16 yang telah tiba di Ukraina (Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina/Ukrinform)

Profil Perusahaan Fores

Berkantor pusat di wilayah Ural , Fores adalah perusahaan teknologi kimia dan industri yang mendukung sektor minyak dan gas, tetapi sekarang muncul sebagai kontributor utama logistik dan rantai pasokan militer Rusia.

Sejak dimulainya invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada tahun 2022, Fores telah menjadi pendukung utama kampanye militer negara tersebut, menggunakan dana swasta untuk mendukung upaya yang biasanya didanai oleh lembaga pertahanan negara.

Menurut laporan media Rusia, Fores telah menyumbang lebih dari 237,7 juta rubel (sekitar USD3 juta ) untuk pembelian sistem medan perang yang penting termasuk peralatan taktis , sistem komunikasi yang aman , perangkat pengacau perang elektronik (EW) , sensor pencitraan termal , serta pasokan medis dan perlengkapan evakuasi darurat .

Halaman
123
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan