Konflik Rusia Vs Ukraina
Zelensky dan Erdogan Bahas Potensi Pertemuan di Istanbul
Pada Jumat, 30 Mei 2025, Zelensky dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendiskusikan kemungkinan Ukraina berpartisipasi dalam pertemuan di Istanbul
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
timtribunsolo
TRIBUNNEWS.COM - Perang Rusia-Ukraina telah memasuki hari ke-1193 pada Sabtu, 31 Mei 2025.
Dalam perkembangan terbaru, kampanye disinformasi yang dipimpin oleh situs web pro-Kremlin semakin meningkat, menargetkan pengungsi Ukraina yang berada di Polandia.
Disinformasi Pro-Kremlin Targetkan Pengungsi Ukraina
Menurut laporan dari The Guardian, kampanye disinformasi ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menyebarkan kebencian terhadap pengungsi Ukraina menjelang pemilihan presiden yang akan berlangsung pada hari Minggu.
Akun-akun yang mendukung Rusia menyebarkan sentimen negatif dan bahkan menyebut pengungsi Ukraina sebagai "babi", serta menuduh mereka merencanakan serangan bersenjata.
Polandia, yang merupakan sekutu utama Ukraina, saat ini menampung sekitar satu juta pengungsi, sebagian besar terdiri dari wanita dan anak-anak.
Isu imigrasi menjadi salah satu topik utama yang memengaruhi pilihan pemilih di Polandia.
Sanksi Baru dari AS Mengancam Rusia
Seorang senator terkemuka Amerika Serikat, Lindsey Graham, memperingatkan Moskow akan konsekuensi serius dari sanksi baru yang akan dijatuhkan oleh AS.
Peringatan ini disampaikan saat Graham mengunjungi Kyiv dan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Graham menyatakan, "Senat AS diperkirakan akan melanjutkan pembahasan rancangan undang-undang tentang sanksi terhadap Rusia minggu depan." Ia juga menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin berusaha mengulur-ulur proses perdamaian dan meragukan bahwa pertemuan di Istanbul akan menghasilkan kemajuan yang berarti.
Pembicaraan Potensial di Istanbul
Pada Jumat, 30 Mei 2025, Zelensky dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendiskusikan kemungkinan Ukraina berpartisipasi dalam pertemuan di Istanbul.
Meskipun belum mengonfirmasi kehadirannya, Zelensky menyebut bahwa mereka membahas kemungkinan pertemuan empat arah yang akan melibatkan para pemimpin Ukraina, Rusia, Turki, dan Amerika Serikat.
Keraguan Ukraina Terhadap Hasil Pembicaraan
Ukraina menyatakan keraguan terhadap hasil dari pembicaraan yang akan berlangsung di Istanbul.
Kyiv menegaskan bahwa negosiasi hanya dapat dilakukan jika Moskow terlebih dahulu memberikan persyaratan perdamaian.
Zelensky mengungkapkan bahwa Rusia belum menyerahkan memorandum persyaratan perdamaiannya selama lebih dari seminggu.
Dengan situasi yang semakin memanas, perhatian dunia kini tertuju pada langkah-langkah yang akan diambil oleh Rusia dan Ukraina dalam upaya mencapai perdamaian yang langgeng.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.