Konflik Iran Vs Israel
Serangan Israel Renggut Nyawa 45 Wanita dan Anak-anak di Iran
Serangan militer Israel terhadap Iran sejak Jumat (13/6/2025) hingga Senin (16/6/2025) kemarin dilaporkan telah merenggut nyawa 45 wanita dan anak-ana
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Serangan militer Israel terhadap Iran sejak Jumat (13/6/2025) hingga Senin (16/6/2025) kemarin dilaporkan telah merenggut nyawa 45 wanita dan anak-anak.
Dilansir dari Tasnim News Agency, Juru Bicara Pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani dalam wawancara yang disiarkan di televisi mengatakan setidaknya total 75 wanita dan anak-anak Iran terluka akibat serangan Israel.
Fatemeh juga mengutuk serangan Israel terhadap rumah sakit Farabi di kota Kermanshah di Iran Barat pada hari sebelumnya.
Di samping itu, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, membantah klaim Israel yang hanya menargetkan fasilitas militer Iran dalam operasi Rising Lion yang dimulai pada Jumat (13/6/2025) lalu.
Kermanpour mengatakan total 1.481 orang telah terbunuh atau terluka akibat serangan Israel dalam 65 jam terakhir atau pada Minggu (15/6/2025).
Baca juga: Dubes Israel: Hanya AS yang Bisa Ngebom Fasilitas Nuklir Fordow Iran dari Langit
Sebanyak 1.277 orang di antaranya telah dirawat di berbagai rumah sakit dan pusat kesehatan yang terafiliasi dengan universitas negeri.
Sebanyak 90 persen korban di antaranya, kata dia, adalah warga sipil.
"Sejauh ini, sebanyak 522 orang telah dipulangkan. Sementara itu sebanyak 224 orang yang terdiri dari laki-laki, perempuan, dan anak-anak telah kehilangan nyawa mereka akibat serangan itu," kata dia dilansir dari Tehran Times pada Senin (16/6/2025).
Baca juga: Perang Iran vs Israel Diprediksi Tidak Lama, Banyak Negara di Timur Tengah Ogah Terlibat
Selain itu, Kementerian Kesehatan Iran juga menekankan korban jiwa akibat serangan tersebut jelas bertentangan dengan klaim bahwa serangan Israel tersebut dilakukan secara akurat.
Kementerian Kesehatan Iran juga menekankan agresi Israel dilakukan secara sembarangan.
Klaim Israel
Israel mengklaim operasi Rising Lion menargetkan hanya fasilitas militer dan nuklir serta tokoh-tokoh kunci militer Iran.
Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon dalam sebuah sesi tanya jawab dengan wartawan sebelum sidang darurat Dewan Keamanan PBB digelar pada Jumat (13/6/2025) menyatakan pihaknya tidak sedang melawan rakyat Iran.
"Serangan kami lakukan ketika masyarakat tidak sedang berada di jalan-jalan. Dan kami berupaya semaksimal mungkin untuk meminimalisir korban dari masyarakat sipil," ungkap Danny dikutip dari kanal Youtube United Nations pada Jumat (13/6/2025).
Di muka sidang darurat Dewan Keamanan PBB pada Jumat (13/6/2025), Danny juga mengungkapkan secara gamblang bahwa misi dari operasi militer tersebut adalah melucuti program nuklir Iran, melenyapkan arsitek-arsitek teror dan agresi, serta memusnahkan kemampuan rezim untuk menghancurkan Israel yang telah berulang kali dijanjikan.
Operasi tersebut, kata dia, menargetkan tiga lapis ancaman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/angan-Israel-di-Teheran-Iran-pada-ff.jpg)