Minggu, 12 April 2026

Konflik Iran Vs Israel

Cara Kerja Bom Penghancur Bunker AS yang Diklaim Bisa Hancurkan Nuklir Iran

Bom AS seberat 15 ton ini dirancang menembus gunung dan beton, hanya bisa dibawa B-2 Spirit, dan diklaim mampu hancurkan fasilitas nuklir Iran.

U.S Air Force
BOM PENEMBUS BUNKER - Tangkapan layar dari video militer AS tentang pesawat pengebom B-2 yang menjatuhkan dua bom Massive Ordnance Penetrator untuk menembus target bunker dalam uji coba pada tahun 2019. Amerika Serikat disebut memiliki bom penghancur bunker terbesar di dunia. 

TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat memiliki bom penghancur bunker terbesar di dunia.

Hanya senjata inilah yang dipercaya bisa merusak fasilitas nuklir Fordow milik Iran yang terkubur jauh di bawah tanah.

Bom bernama GBU-57A/B Massive Ordnance Penetrator (MOP) itu, didesain khusus untuk menghancurkan bunker dan fasilitas bawah tanah berkedalaman ekstrem.

Termasuk target seperti Fordow di barat laut Iran, tempat Iran diduga memperkaya uranium hingga hampir mencapai tingkat senjata.

Bagaimana Cara Kerja Bom Ini?

Menurut ABC News, bom ini memiliki panjang sekitar 6 meter dan berat mencapai 30.000 pon atau lebih dari 13 ton.

Meski ukurannya masif, bahan peledaknya hanya sekitar 5.000 pon.

Sebagian besar bobot difokuskan pada kekuatan kinetik untuk menembus tanah hingga kedalaman 200 kaki (sekitar 61 meter) sebelum akhirnya meledak.

Bom ini bekerja dalam dua tahap:

  1. Tahap penetrasi – Bom dijatuhkan dari ketinggian dan menembus permukaan tanah, beton, atau batuan keras tanpa meledak.
  2. Tahap ledakan – Setelah mencapai kedalaman tertentu, bom meledak dan merusak struktur bawah tanah yang dilindungi secara ekstrem.

Hanya Bisa Dibawa B-2 Spirit

Baca juga: GBU-57 MOP, Bom Bunker AS yang Diincar Israel, Diklaim Bisa Bobol Pabrik Nuklir Fordow Iran

Masalahnya, bom ini hanya bisa dibawa oleh B-2 Spirit, pesawat pengebom siluman milik Angkatan Udara AS. Israel tidak memiliki pesawat ini, juga tidak memiliki GBU-57.

Artinya, hanya AS yang bisa melancarkan serangan ke Fordow jika memang diputuskan.

Pesawat-pesawat B-2 saat ini ditempatkan di Pangkalan Udara Whiteman, Missouri.

Jika dikerahkan, pesawat itu perlu terbang selama sekitar 15 jam untuk mencapai wilayah udara Iran.

“Bom ini disimpan untuk target seperti Iran atau Korea Utara karena tidak ada senjata lain yang bisa menjangkau fasilitas yang sangat dalam,” kata Kolonel (Purn) Steve Ganyard kepada ABC News.

Target Utama: Fordow

Situs Fordow adalah salah satu dari tiga target utama Israel selain Natanz dan Isfahan.

Tidak seperti dua lainnya, Fordow terkubur jauh di bawah gunung dan dijaga ketat, membuatnya hampir mustahil dijangkau kecuali dengan bom penghancur bunker semacam GBU-57.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved