Konflik Iran Vs Israel
Cara Kerja Bom Penghancur Bunker AS yang Diklaim Bisa Hancurkan Nuklir Iran
Bom AS seberat 15 ton ini dirancang menembus gunung dan beton, hanya bisa dibawa B-2 Spirit, dan diklaim mampu hancurkan fasilitas nuklir Iran.
Sementara itu, serangan udara Israel baru-baru ini telah merusak fasilitas pengayaan uranium di Natanz dan beberapa bangunan di Isfahan.
Namun, menurut laporan IAEA yang dikutip BBC, Fordow tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan signifikan.
Bom Israel Tak Mampu Menembus Fordow
Israel memang memiliki bom penghancur bunker, tetapi kemampuannya jauh di bawah GBU-57.
“Untuk menjangkau Fordow, Anda harus meledakkan gunung,” ujar analis militer Prof Michael Clarke kepada Sky News.
Karena itulah, Israel kemungkinan hanya bisa melumpuhkan Fordow melalui metode tidak langsung seperti mengganggu pasokan listrik, seperti yang pernah dilakukan di Natanz.
Risiko dan Peringatan
Baca juga: Dubes Israel: Hanya AS yang Bisa Ngebom Fasilitas Nuklir Fordow Iran dari Langit
Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi mengingatkan bahwa serangan ke fasilitas nuklir menimbulkan bahaya besar, termasuk risiko kontaminasi radioaktif dan eskalasi konflik regional.
“Serangan semacam itu memiliki implikasi serius terhadap keselamatan, keamanan, dan stabilitas kawasan,” katanya.
Akankah AS Terlibat?
Presiden Donald Trump belum memastikan, apakah AS akan mendukung Israel secara militer dengan mengerahkan B-2 dan bom penghancur bunker.
Meski ia mendukung kampanye militer Israel terhadap target-target Iran, Trump juga berkali-kali menyatakan tak ingin terseret ke konflik baru di Timur Tengah.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BOM-PENEMBUS-BUNKER-GBU-57-MOP-milik-AS-999999999.jpg)