Konflik Iran Vs Israel
Irak Dihimpit Israel dan Iran: Tak Mau Terlibat tapi Sulit Menghindar dari Konflik Kawasan
Irak berusaha keras netral di tengah konflik Israel-Iran, tapi tekanan dari sekutu dan faksi lokal kian meningkat.
Pejabat itu juga memperingatkan bahwa kelompok pro-Iran masih terlibat dalam aksi kekerasan dan destabilisasi.
Ancaman dari Irak Barat dan Pemilu yang Mendekat
Tamer Badawi, pakar kelompok bersenjata Irak, menyebut potensi keterlibatan milisi Irak akan meningkat jika Iran kesulitan menahan tekanan dari Israel.
“Selama ini, Iran menjaga sekutunya tetap siaga, tapi situasi bisa berubah cepat,” katanya.
Menurut Badawi, kelompok Irak yang didukung Iran masih memiliki kemampuan untuk menyerang Israel dari wilayah barat Irak menggunakan rudal.
Mereka juga bisa menargetkan kepentingan Amerika di Yordania.
Pemerintah Irak menegaskan fokus mereka adalah menjaga stabilitas yang baru saja pulih.
Negara itu sedang bersiap menghadapi pemilu legislatif pada November mendatang.
Baca juga: Setelah Klaim Bunuh Ali Shademani, Israel Ancam Gempur Target Sensitif Iran
Bagi kelompok bersenjata, pemilu adalah medan baru untuk mendapatkan pengaruh politik di parlemen.
"Kadang, pedang harus tetap berada di sarungnya. Tapi itu bukan berarti kami meninggalkan senjata," kata seorang komandan faksi kepada AFP.
Ia menegaskan, kelompoknya tidak akan membiarkan Iran “bertempur sendirian.”
Situasi Kawasan
Lalu, bagaimana dengan negara tetangga lainnya?
Negara tetangga Iran–Israel seperti Irak, Yordania, dan Turki kini berada di garis depan tekanan geopolitik.
Mereka berupaya menjaga netralitas lewat penutupan udara, penjagaan perbatasan, dan diplomasi aktif.
Ancaman merembetnya perang Iran vs Israel sangat nyata—terutama jika AS terlibat langsung atau milisi pro-Iran melancarkan aksi balasan.
Konflik militer antara Israel dan Iran kini merembet ke negara tetangga, menimbulkan risiko geopolitik yang serius.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/peta-timur-tengah-2025.jpg)