Jumat, 5 Juni 2026

Perusahaan Tiongkok Dituding Rugikan Investor AS, Legislator Minta Tindakan Tegas

Legislator Amerika Serikat (AS) John Moolenaar dari Komite Khusus DPR tentang Tiongkok mengirim surat kepada Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC).

Tayang:
Editor: Wahyu Aji
680 NEWS
ILUSTRASI Bursa saham Wall Street - Legislator Amerika Serikat (AS) John Moolenaar dari Komite Khusus DPR tentang Tiongkok mengirim surat kepada Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC). Surat tersebut menunjukkan perusahaan-perusahaan Tiongkok yang terdaftar di bursa saham AS. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Legislator Amerika Serikat (AS) John Moolenaar dari Komite Khusus DPR tentang Tiongkok, bersama dengan Ketua Rick Scott dari Komite Senat tentang Penuaan, mengirim surat kepada Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Paul Atkins. 

Mereka mendorong Komisi memulai penghapusan pencatatan perusahaan-perusahaan Tiongkok yang menimbulkan ancaman signifikan terhadap keamanan nasional dan perlindungan investor, menurut pernyataan dari Komite Khusus tentang PKT (SCCCP).

Dikutip dari Indiana Economic Observer, surat tersebut menunjukkan perusahaan-perusahaan Tiongkok yang terdaftar di bursa saham AS.

 

Seperti, Alibaba, Baidu, Hesai, dan Zeekr, yang mendapatkan keuntungan dari pasar modal Amerika yang diduga mempromosikan tujuan-tujuan strategis Partai Komunis Tiongkok (PKT), termasuk modernisasi militer dan pengawasan.

Dugaan temuan ini sebagaimana ditunjukkan dalam rilis SCCCP.

"Perusahaan-perusahaan ini bukan sekadar entitas komersial; mereka adalah instrumen dari strategi Partai Komunis Tiongkok yang lebih luas untuk melemahkan kepentingan AS," kata Ketua Moolenaar, dikutip dari Indiana Economic Observer, Kamis (19/6/2025).

"SEC harus bertindak tegas untuk melindungi investor Amerika dan keamanan nasional," sebagaimana dikutip oleh rilis SCCCP.

Diduga terafiliasi PKT

Perusahaan-perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS disebutkan memiliki hubungan dengan militer Tiongkok atau terintegrasi ke dalam perangkat pengawasan Tiongkok.

Sebagian besar warga AS dengan rencana 401(k) atau dana pensiun tidak menyadari bahwa mereka berinvestasi di perusahaan-perusahaan ini. 

Banyak yang beroperasi melalui perusahaan cangkang yang kepemilikannya tidak jelas, sulit diaudit dengan benar, dan dikecualikan dari pengungkapan afiliasi mereka dengan PKT. Akibatnya, investor Amerika kurang transparan, menurut pernyataan SCCCP.

Sejumlah perusahaan Tiongkok yang terdaftar terkait dengan kerja paksa di Xinjiang atau memasok teknologi untuk pengawasan ekstensif PKT terhadap penduduknya, termasuk Uighur dan kelompok minoritas lainnya.

Perusahaan-perusahaan di bursa saham AS ini juga telah berkontribusi pada pengembangan sistem persenjataan untuk PLA, mendukung perang pesawat nirawak, atau memfasilitasi serangan siber yang menargetkan infrastruktur Amerika, sebagaimana disebutkan dalam pernyataan SCCCP.

Komite meminta SEC untuk menggunakan Undang-Undang Akuntabilitas Perusahaan Asing dan Bagian 12(j) dan 12(k) dari Undang-Undang Bursa Efek untuk menangguhkan atau menghapus perusahaan yang secara inheren tidak dapat mematuhi hukum AS.

Baca juga: Hampir 800 Warga Tiongkok Kabur dari Iran via Jalur Darat, Tempuh Jarak 1.000 Kilometer Naik Bus

 

SEC memiliki kewenangan untuk mengambil tindakan, dan surat itu meminta penegakan cepat untuk memastikan bahwa pasar AS tidak berfungsi sebagai sumber pendanaan bagi musuh utama Amerika.

SUMBER

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved