Sabtu, 30 Agustus 2025

Konflik Iran Vs Israel

2.000 Warga Israel yang Terlantar di Siprus Akhirnya Tiba di Ashdod Naik Kapal Pesiar

Kapal pesiar pertama yang membawa 2.000 warga Israel dari Siprus akibat konflik tiba di Pelabuhan Ashdod pada Jumat pagi.

Tangkap layar YouTube Reuters
KAPAL PESIAR. Gambar merupakan tangkap layar dari YouTube Reuters, Jumat (20/6/2025), kapal pesiar tiba di Siprus setelah mengevakuasi beberapa orang yang terdampar di Israel. 

TRIBUNNEWS.COM - Kapal pesiar pertama yang mengangkut ribuan warga Israel yang sempat terlantar di Siprus akhirnya tiba di Pelabuhan Ashdod pada Jumat (20/6/2025) pagi.

Menurut laporan The Times of Israel, kapal pesiar mengangkut sekitar 2.000 penumpang.

Sebagian besar adalah warga Israel yang terjebak di Siprus setelah wilayah udara Israel ditutup akibat serangan balasan dari Iran pada awal pekan ini.

Penutupan wilayah udara dan ancaman serangan lebih lanjut membuat banyak penerbangan dibatalkan secara mendadak.

Akibatnya ratusan warga Israel yang tengah berlibur atau dalam perjalanan bisnis terpaksa menetap sementara di Siprus.

“Saya hanya ingin pulang dan merasa aman,” kata Miriam Cohen, seorang warga Tel Aviv yang telah tinggal di hotel pengungsian selama lima hari di Limassol, dikutip dari Associated Press.

Menurut i24NEWS, kapal pesiar yang digunakan dalam evakuasi ini berangkat dari Pelabuhan Limassol.

Ini merupakan bagian dari operasi evakuasi besar-besaran yang dikoordinasikan oleh Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan Israel.

Beberapa pejabat pertahanan turut serta dalam proses pengamanan dan pemulangan.

Pemerintah Siprus juga disebut berperan penting dalam membantu logistik dan penginapan bagi para warga Israel yang terlantar.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Siprus menyatakan, "Kami berdiri bersama rakyat Israel dalam situasi darurat ini."

Baca juga: Israel Dekat dengan AS, Siapa yang Bakal Bantu Iran? Poros Perlawanan Disebut Kian Melemah

Menurut Israel National News, kapal tersebut adalah yang pertama dari beberapa yang direncanakan untuk mengangkut warga Israel kembali ke negara asal mereka.

Gelombang berikutnya diperkirakan tiba dalam beberapa hari ke depan.

Kementerian Luar Negeri Israel menyampaikan bahwa operasi ini akan terus berlanjut sampai seluruh warga negara yang terdampak berhasil dipulangkan dengan selamat.

Sementara itu, situasi keamanan di Israel masih belum stabil menyusul serangkaian serangan saling balas antara Israel dan Iran yang terjadi sejak 13 Juni lalu.

Konflik ini telah memicu kekhawatiran regional dan membatasi akses perjalanan udara di sebagian besar wilayah Timur Tengah.

Kepulangan ribuan warga lewat jalur laut ini menjadi simbol pemulihan perlahan di tengah kekacauan yang melanda wilayah tersebut.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan