Sabtu, 30 Agustus 2025

Konflik Iran Vs Israel

Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Jika AS Bantu Israel Menyerang

Republik Islam Iran akan mengizinkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz hanya jika kepentingan strategis Iran tidak terancam.

|
Editor: Hasanudin Aco
Google Maps
SELAT HORMUZ - Tangkapan layar Google Maps, Minggu (15/6/2025) memperlihatkan Selat Hormuz (lingkaran merah), jalur air energi terpenting di dunia yang terletak di antara Oman dan Iran. 

 

TRIBUNNEWS.COM, TEHERAN - Iran tidak akan menutup Selat Hormuz untuk sementara waktu.

Akan tetapi jika Amerika Serikat (AS) dan negara-negara barat bergabung dengan rezim Israel menyerang Iran maka negara itu akan menutup Selat Hormuz.

Anggota Parlemen Iran Seyyed Ali Yazdi Khah seperti dikutip Mehr News, Jumat (20/6/2025),  mengatakan bahwa musuh harus tahu  Iran memiliki terlalu banyak pilihan dalam perang apapun.

Republik Islam Iran akan mengizinkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz hanya jika kepentingan strategis Iran tidak terancam.

Mengapa Selat Hormuz Sangat Penting?

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran strategis bagi pasokan minyak dan gas dunia yang masuk wilayah Iran.

Sekitar 20 persen perdagangan minyak global dan lebih dari 80 persen ekspor minyak serta gas alam cair (LNG) dari Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab melintasi Selat Hormuz.

Jika jalur ini terganggu, pasar energi global bisa mengalami guncangan hebat.

“Koridor Selat Hormuz dikendalikan oleh Iran. Jika ditutup, jalur perdagangan minyak dunia tak lagi leluasa seperti sebelumnya,” kata Hadi Ismoyo, praktisi senior industri migas dikutip dari Kontan.co.id.

Hal senada disampaikan Moshe Rizal, Ketua Komite Investasi Asosiasi Perusahaan Migas Nasional. 

Menurutnya, potensi penutupan selat tersebut akan langsung berdampak pada pasokan minyak mentah global.

“Selat Hormuz menguasai 20 persen perdagangan minyak dunia. Jika ditutup, harga minyak bisa melonjak drastis, bahkan tembus US$90 hingga di atas US$100 per barel,” ujar Moshe.

Selat Hormuz merupakan jalur perairan sempit yang terletak antara Iran dan Oman.

Jalur masuk dan keluarnya memiliki lebar sekitar 50 km, dan sekitar 40 km pada titik tersempitnya.

Gangguan dalam bentuk apa pun di jalur laut  ini dapat menyebabkan penundaan pengiriman minyak global secara signifikan, yang segera berdampak pada harga minyak.

 

 

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan