Senin, 1 September 2025

Konflik Iran Vs Israel

Ancaman Keras Houthi: Kapal Perang AS Akan Diserang Lagi jika Trump Nekat Serang Iran

Houthi mengancam akan kembali menyerang kapal-kapal AS di Laut Merah jika negara itu nekat terlibat lebih jauh dalam perang Israel-Iran.

|
Penulis: Febri Prasetyo
X @Yahya_Saree
HOUTHI SERANG ISRAEL - Foto ini diambil dari akun X Yahya Saree pada Minggu (1/6/2025), memperlihatkan juru bicara angkatan bersenjata Houthi Yaman, Yahya Saree, mengumumkan penargetan Bandara Ben Gurion pada hari Minggu. 

TRIBUNNEWS.COM - Kelompok Houthi di Yaman mengancam akan kembali menyerang kapal-kapal Amerika Serikat (AS) jika negara itu nekat terlibat lebih jauh dalam perang Iran-Israel. 

Houthi mengatakan Israel dengan bantuan AS berupaya menguasai penuh Timur Tengah. Kini, kata Houthi, Israel ingin menyingkirkan Iran karena dianggap sebagai penghalang terbesar dalam menerapkan rencana Zionisme.

"Maka, setiap serangan dan agresi AS yang membatu Israel untuk melawan Iran dalam kerangka tujuan yang sama, supaya memungkinkan Israel mengontrol penuh kawasan ini, tidak dapat diabaikan karena itu artinya merampas kemerdekaan, kebebasan, dan kehormatan negara kami," kata Brigjen Yahya Saree selaku juru bicara Houthi, Sabtu, (21/6/2025), dikutip dari kantor berita Saba.

"Jika AS bersama Israel terlibat dalam serangan dan agresi terhadap Iran, angkatan bersenjata kami kami akan menargetkan kapal dagang dan kapal perangnya di Laut Merah."

Houthi mengklaim pasukannya kini memantau setiap pergerakan di Timur Tengah, termasuk gerakan yang membahayakan Yaman.

Selain itu, Houthi mengatakan tidak akan membiarkan apa yang dilakukan Israel di Jalur Gaza.

Houthi rajin menyerang kapal-kapal Israel dan sekutunya di Laut Merah sejak perang di Gaza meletus dua tahun silam.

Kini, di tengah perang Israel-Iran, Houthi mengaku berkoordinasi dengan Iran. Kelompok yang juga dikenal sebagai Ansarallah itu memang terkenal sebagai sekutu dekat Iran.

Dua hari setelah Israel menyerang Iran, Houthi mengumumkan bahwa mereka kembali menargetkan Israel. Houthi mengaku menembakkan beberapa rudal balistik ke Kota Jaffa di Israel.

Menurut seorang komentator politik bernama Hussain Albukhaiti, serangan itu dikoordinasikan dengan Iran.

"Houthi menembakkan rudal setelah Iran menembakkan rudalnya," kata Albukhaiti dikutip dari Al Jazeera.

Baca juga: Israel Heran Serangan Houthi Tak Sebanyak yang Disangka, Kepala Militer Kena Bom Saat Kunyah Khat

"Inilah alasan para pemukim Zionis terus bolak balik ke shelter mereka sehingga mereka bisa merasakan sedikit kengerian yang mereka timbulkan kepada rakyat Palestina di Gaza."

Israel bisa menangkis sebagian besar serangan Houthi. Namun, beberapa serangan Houthi berhasil lolos dari sistem pertahanan udara Israel. Sebagai contoh, serangan di Bandara Ben Gurian pada awal Mei lalu melukai enam orang.

Serangan Houthi juga disebut berdampak terhadap sistem pertahanan Israel.

"Ancaman serangan Houthi yang terus-menerus datang dari selatan membuat Israel harus menyebarkan sistem pertahanannya alih-alih memposisikan semua sistem itu agar lebih efektif melawan serangan balik dari Iran," kata Nicholas Brumfield, seorang pakar kajian Yaman.

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan