Senin, 1 September 2025

Konflik Iran Vs Israel

Araghchi Akan Terbang ke Moskow untuk Berkonsultasi dengan Putin: Rusia adalah Teman Iran

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi akan berkonsultasi serius dengan Presiden Rusia Vladmir Putin terkait serangan AS dan Israel.

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan
Situs resmi Presiden Federasi Rusia www.kremlin.ru
IRAN DAN RUSIA - Presiden Rusia Vladimir Putin saat menyampaikan pidato kepada rakyat Rusia terkait pemberontakan Wagner Group pada 24 Juni 2023. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi akan berkonsultasi serius dengan Presiden Rusia Vladimir Putin terkait serangan AS dan Israel. 

TRIBUNNEWS.COM – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa dirinya akan terbang ke Moskow hari ini, Minggu (22/6/2025), untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin, pada hari Senin (23/6/2025).

“Rusia adalah teman Iran, dan kami memiliki kemitraan strategis,” ujar Araghchi dalam konferensi pers di Istanbul, seperti dikutip Al Jazeera.

“Kami selalu berkonsultasi satu sama lain dan mengoordinasikan posisi kami.”

“Besok saya akan mengadakan konsultasi serius dengan Presiden Rusia, dan kami akan terus bekerja sama.”

Mengutip DAWN, Araghchi baru saja menggelar pertemuan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istanbul.

Ia menyebut pertemuan tersebut sebagai “sangat produktif”, saat menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan mediasi Turki untuk mengakhiri permusuhan antara Iran dan Israel.

“Saya juga berbicara dengan para diplomat dari negara-negara lain di kawasan ini. Beberapa negara, seperti Turki, menunjukkan kesiapan mereka untuk menjadi penengah agar serangan Israel dapat dihentikan,” ujarnya kepada wartawan di Istanbul, tempat ia menghadiri pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

“Saya yakin akan memulai beberapa langkah dan diskusi untuk mencegah agresi Amerika ini,” tambahnya.

MENLU IRAN - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi saat upacara peringatan untuk mengenang Saba Babaei (Kuniko Yamamura), ibu dari martir Mohammad Babaei di Taman Kota Teheran, Rabu, 12 Juli 2022. AS  dan Iran akan melanjutkan putaran kedua perundingan nuklir pada Sabtu, 19 April 2025 di Roma, Italia. (Foto: Instagram Abbas Araghchi/@araghchi)
MENLU IRAN - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi saat upacara peringatan untuk mengenang Saba Babaei (Kuniko Yamamura), ibu dari martir Mohammad Babaei di Taman Kota Teheran, Rabu, 12 Juli 2022. (Instagram Abbas Araghchi/@araghchi)

Kelompok Garis Keras Rusia Desak Moskow Dukung Iran Secara Militer

Sementara itu, kelompok garis keras yang dekat dengan Presiden Vladimir Putin mendesak Rusia untuk “mengangkat senjata” guna merespons serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyetujui pengeboman terhadap tiga lokasi nuklir di Iran pada Minggu dini hari (22/6/2025), yang semakin memperburuk krisis di Timur Tengah.

Rudal dijatuhkan dari pesawat pengebom siluman B-2 milik Amerika Serikat, termasuk di lokasi nuklir Fordow.

Baca juga: 10 Negara Bersenjata Nuklir: Amerika, Rusia, China sedangkan Iran Belum Masuk Daftar

Mengutip Mirror, oligarki Rusia Konstantin Malofeev, pemilik saluran TV Tsargrad, menyatakan:

“Sudah saatnya kita membantu Teheran dengan intelijen satelit, sistem pertahanan udara, dan rudal.”

“Dua pihak bisa memainkan permainan ini. Takdir telah memberi kita kesempatan bersejarah.”

Reaksi Medvedev: Iran Akan Terus Produksi Senjata Nuklir

Iran dan Rusia telah menandatangani "Kemitraan Strategis Komprehensif" pada Januari lalu.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan