Minggu, 31 Agustus 2025

Konflik Iran Vs Israel

AS Kerahkan Pesawat B-2 dan KC-46 Pegasus ke Guam, Sinyal Bakal Segera Serang Iran?

Di tengah perang Israel-Iran, AS mengerahkan pesawat pengebom B-2 Spirit ke Pulau Guam di Samudra Pasifik.

|
Penulis: Febri Prasetyo
DSA/Tangkap Layar
PESAWAT PENGEBOM - Manuver udara pesawat pengebom B-2 Spirit milik Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) dalam misi di kawasan Indo-Pasifik. Foto merupakan tangkapan layar dari situs militer DSA pada Kamis (27/3/2025). 

TRIBUNNEWS.COM - Dua pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan negaranya memindahkan pesawat pengebom B-2 Spirit ke Pulau Guam di Samudra Pasifik.

Dalam pernyataannya kepada Reuters pada hari Sabtu, (21/6/2025), mereka menolak mengungkapkan rincian pemindahan pesawat siluman itu. 

Meski demikian, salah satunya mengatakan belum ada perintah lanjutan yang disampaikan untuk memindahkan B-2 ke luar Guam.

Belum diketahui apakah pemindahan itu berkaitan dengan perang Iran-Israel yang sedang berkecamuk di Timur Tengah.

Menurut data penerbangan yang dianalisis oleh Fox News, ada enam unit B-2 yang meninggalkan Pangkalan Udara Whiteman di Missouri minggu ini. Keenamnya terbang mengarah ke Pangkalan Udara Andersen di Guam.

Pesawat pengebom itu diikuti oleh beberapa KC-46 Pegasus yang bisa mengisikan bahan bakar di udara. Pengerahan KC-46 menandakan B-2 sedang disiapkan untuk misi yang jauh dari Guam.

The Guardian melaporkan B-2 bisa membawa bom GBU-57 seberat 13 ton yang dibuat untuk menghancurkan fasilitas bawah tanah. Para pakar mengatakan bom itu bisa digunakan untuk menyerang fasilitas nuklir bawah tanah milik Iran, termasuk Fordow.

Saat ini pakar memantau apakah pesawat itu akan dipindahkan ke pangkalan militer AS-Inggris di Pulau Diego Garcia, India. Menurut mereka, Diego Garcia menjadi posisi ideal AS untuk beroperasi di Timur Tengah.

Diego Garcia kerap digunakan oleh AS jika negara itu akan melancarkan serangan ke Timur Tengah. Pulau itu dimiliki oleh Inggris, tetapi disewa oleh militer AS.

AS sudah menggunakan Diego Garcia sebagai pangkalan pesawat dalam perang-perang sebelumnya, termasuk perang di Irak dan Afganistan.

India Times menyebutkan jika B-2 nantinya benar-benar dibawa ke Diego Garcia, hal itu bisa menjadi sinyal bahwa AS akan menyerang fasilitas nuklir Iran dalam waktu dekat. 

Baca juga: Satu-satunya Cara Israel Hancurkan Nuklir Iran di Bawah Bunker, Pesawat Pembom B-2 Spirit Milik AS

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan diperlukan waktu 2 minggu untuk memutuskan apakah AS akan ikut campur dalam perang Israel-Iran.

"Menurut fakta bahwa ada peluang untuk negosiasi penting yang mungkin dilakukan dengan Iran dalam waktu dekat, saya akan membuat keputusan dalam dua minggu ke depan," kata Trump dalam pernyataannya.

Adapun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan keputusan AS untuk ikut atau tidak ikut dalam perang melawan Iran adalah sepenuhnya keputusan Trump.

Menurut narasumber intelijen, Trump bisa saja mengizinkan adanya serangan udara terbatas terhadap fasilitas nuklir Iran. Tujuannya ialah melemahkan kemampuan Iran untuk mengayakan uranium tanpa harus memantik perang berskala penuh.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan