Konflik Iran Vs Israel
Gempuran AS Gagal Total! Penasihat Khamenei: Uranium Kami Masih Ada, Nuklir Iran Tetap Aman
Penasihat keamanan Iran, Ali Shamkhani, sesumbar stok uranium yang diperkaya tetap utuh, meski AS serang 3 situs nuklir di Fordow, Natanz, Isfahan
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM – Iran sesumbar stok uranium yang diperkaya tetap utuh, meski AS menyerang 3 situs nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan.
Pernyataan itu diungkap Penasihat Keamanan Iran, Ali Shamkhani tepat setelah enam pesawat B‑2 Spirit Stealth Bomber milik militer AS menjatuhkan 12 bom GBU-57A/B di situs nuklir Fordow Natanz dan Isfahan.
Dalam cuitannya di platform X, Shamkhani menegaskan, tidak ada hal yang serius dari kerusakan fasilitas nuklir mereka setelah diserang AS.
Ia juga mengungkap meskipun infrastruktur fisik mungkin hancur atau “game isn’t over”, akan tetapi materi yang telah diperkaya dan sumber daya manusia di Iran masih tersedia
"Sekalipun situs nuklir dihancurkan, permainan belum berakhir, material yang diperkaya, pengetahuan masyarakat adat, dan kemauan politik tetap ada," kata Ali Shamkhani di X, sebagaimana dilansir dari Barrons.
Hal itu bertentangan dengan klaim terbaru dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengumumkan bahwa keberhasilan militer yang spektakuler sukses menghancurkan tiga situs nuklir utama Iran.
IAEA: Situs Nuklir Iran Aman, Tak Ada Kebocoran
Mengonfirmasi pernyataan Shamkhani, Kepala International Atomic Energy Agency (IAEA) Rafael Grossi, menegaskan serangan bom AS terhadap fasilitas nuklir Iran hampir tidak merusak bangunan material nuklir.
Menurutnya, hanya sedikit material nuklir yang terdampak dalam serangan tersebut. Sehingga tidak ada peningkatan radiasi yang terdeteksi di luar area kompleks nuklir.
Lebih lanjut, Grossi memperkirakan kontaminasi radiologis dan kimia kemungkinan hanya terjadi di dalam Natanz, tetapi tingkat radiasi di luar kompleks tetap normal.
Baca juga: BREAKING NEWS Israel Dikabarkan Serang Infrastruktur Militer Iran di Tehran dan Wilayah Barat
Kalaupun radiasi bocor dari salah satu lokasi, para ahli memprediksi jumlahnya tidak akan menimbulkan risiko bagi orang-orang di dekat fasilitas tersebut atau di wilayah yang lebih luas.
"Sampai saat ini, kami tidak memperkirakan akan ada konsekuensi kesehatan bagi orang-orang atau lingkungan di luar lokasi yang menjadi sasaran," kata Grossi
"Kami akan terus memantau dan menilai situasi di Iran," tambahnya.
Sebagai informasi, Uranium adalah logam yang secara alami bisa ditemukan di kerak bumi bahkan di air laut.
Dalam bentuk alaminya, uranium sebenarnya tidak terlalu berbahaya bagi manusia karena tingkat radiasinya cukup rendah.
Namun, uranium baru bisa digunakan untuk keperluan energi atau senjata nuklir setelah diproses melalui tahap pengayaan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.