Konflik Iran Vs Israel
Jejak Sejarah Perseteruan Iran dan AS, Dulu Bantu Iran Bikin Nuklir, Kini Perangi Iran Karena Nuklir
Dulu AS negara yang pertama kali membantu Iran membangun infrastruktur nuklir namun kini berperang karena nuklir.
Editor:
Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, IRAN - Amerika Serikat (AS) akhirnya ikut campur dalam perang Israel melawan Iran.
Presiden AS Donald Trump pada Minggu (22/6/2025) memerintahkan serangan langsung yang menurutnya "menghancurkan" fasilitas nuklir utama di seluruh negara Timur Tengah tersebut.
"Kerusakan besar telah terjadi di semua lokasi nuklir Iran seperti yang ditunjukkan oleh citra satelit. Kehancuran adalah istilah yang akurat," tulis Trump di akun Truth Social.
Iran tetap menjadi musuh terbesar AS di kawasan tersebut sejak revolusi Islam tahun 1979 yang dipimpin oleh Ayatollah Ruhollah Khomeini menggulingkan Mohammad Reza Pahlavi (Shah) yang pro-Barat.
Sejak saat itu, kedua negara telah berselisih mengenai banyak masalah, termasuk ambisi nuklir Iran, dukungan Iran terhadap proksi di kawasan tersebut, dan campur tangan politik AS.
Padahal dulu, AS negara yang pertama kali membantu Iran membangun infrastruktur nuklir.

Berikut ini jejak sejarah hubungan AS-Iran sejak 1953:
(1953) Kudeta yang didukung AS dan pemulihan kekuasaan Shah
Ketegangan bermula dari upaya Perdana Menteri Iran yang dipilih secara demokratis, Mohammad Mosaddegh, untuk menasionalisasi Perusahaan Minyak Anglo-Iran (sekarang BP).
Kekuatan kolonial Inggris mengendalikan saham mayoritas di perusahaan patungan tersebut sejak minyak ditemukan pada awal tahun 1900-an.
Langkah Mosaddegh untuk menasionalisasi perusahaan setelah pemilihannya tahun 1951 membuat Inggris marah.
Badan Intelijen Pusat AS mendukung Inggris dalam merancang kudeta dan mendukung raja yang pernah digulingkan, Pahlavi, untuk kembali berkuasa sebagai Shah.
(1957) Iran mendapatkan nuklir dari AS
Ambisi Shah untuk Iran terkait nuklir mendapat dukungan dari AS dan sekutu Barat lainnya.
Kedua negara menandatangani perjanjian nuklir untuk penggunaan tenaga nuklir sipil sebagai bagian dari program Atoms for Peace yang digagas Presiden AS saat itu, Dwight D Eisenhower.
Satu dekade kemudian, AS memberi Iran reaktor nuklir dan uranium sebagai bahan bakarnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.