Sabtu, 30 Agustus 2025

Konflik Iran Vs Israel

Khamenei Sudah Tunjuk Calon Penggantinya Jika Terbunuh, Nama Anaknya Tak Masuk Kandidat

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, menyadari bisa kapan saja terbunuh seiring serangan udara yang terus-menerus dilancarkan oleh Israel.

|
Editor: Willem Jonata
https://english.khamenei.ir/
KHAMENEI BUKA SUARA - Foto ini diambil dari https://english.khamenei.ir/ pada Senin (23/6/2025) yang menampilkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Khamenei akhirnya angkat bicara untuk pertama kalinya sejak Amerika Serikat meluncurkan serangan besar-besaran terhadap fasilitas nuklir Iran. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei sudah menyiapkan rencana darurat apabila terbunuh dalam perang menghadapi Israel.

Satu di antaranya adalah menunjuk calon penggantinya sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.

Ada tiga nama calon yang kelak menggantikannya jika terbunuh, seperti laporan The New York Times yang dikutip Iran International. Namun, identitas mereka belum diungkap.

Menurut laporan itu, Mojtaba, putra Ayatollah Khamenei, ulama yang dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam, tak termasuk di antara para kandidat.

Baca juga: Muncul Isu Pembunuhan Ali Khamenei, Menlu Iran Terbang ke Moskow Minta Bantuan, Begini Respons Putin

Keputusan Khamenei menunjuk calon penggantinya dinilai sebagai keseriusannya menanggapi ancaman pembunuhan yang dialamatkan kepadanya, seiring serangan udara  Israel yang menyasar situs militer dan nuklir Iran.

Dengan menunjuk calon pengganti, Khamenei hendak memastikan suksesi berjalan cepat dan tertib melalui Majelis Ahli, karena dirinya bisa terbunuh kapan saja.

Seperti dilaporkan Iran International sebelumnya, Khamenei dipindahkan ke bunker bawah tanah di Lavizan, timur laut Teheran, tak lama setelah serangan udara dimulai. 

Keluarga dekatnya, termasuk Mojtaba, juga berada di fasilitas tersebut.

Pemindahan tersebut menyusul penilaian internal atas kerentanan di tingkat atas kepemimpinan Iran.

Dalam laporan terpisah, Iran International mengetahui Khamenei telah mendelegasikan kekuasaan utama kepada Dewan Tertinggi Garda Revolusi.

Keputusan Khamenei digambarkan oleh para pejabat sebagai tindakan pencegahan masa perang, sehingga memungkinkan keputusan penting untuk dilanjutkan. jika Pemimpin Tertinggi terbunuh.

Sebelumnya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam wawancaranya dengan ABC News, Senin (16/06/2025) secara terbuka menyatakan bahwa terbunuhnya Ayatollah Ali Khamenei dapat mengakhiri perang.

Ucapannya yang menyebut serangan militer Israel memungkinkan terjadinya perubahan rezim di Iran, menunjukkan indikasi tersebut.

Presiden AS Donald Trump juga menyampaikan kalimat bernada ancaman terhadap Khameini.

Melalui platform Truth Social, Selasa (17/06/2025) Trump menulis bahwa AS tahu di mana Khamenei bersembunyi.

Halaman
123
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan