Jumat, 29 Agustus 2025

Konflik Iran Vs Israel

Rincian Serangan AS terhadap 3 Situs Nuklir Iran dan Senjata yang Digunakan: Tomahawk hingga MOP

AS menerjunkan tujuh pesawat pengebom siluman B-2 untuk menyerang tiga situs nuklir Iran, Minggu (22/6/2025).

Dok. Angkatan Udara AS
BUNKER BUSTER GBU-57 MOP - Foto memperlihatkan pesawat pengebom siluman B-2 sedang menjatuhkan MOP-432. AS menerjunkan tujuh pesawat pengebom siluman B-2 untuk menyerang tiga situs nuklir Iran, Minggu (22/6/2025). 

TRIBUNNEWS.com - Amerika Serikat (AS) telah melancarkan serangan terhadap tiga situs nuklir Iran pada Minggu (22/6/2025) dini hari waktu Teheran.

Serangan itu menargetkan Pabrik Pengayaan Bahan Bakar Fordow, di dekat kota Qom di utara; Fasilitas Nuklir Natanz, dekat Isfahan di Iran tengah; dan Pusat Teknologi Nuklir Isfahan, di selatan Isfahan.

Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, mengungkapkan serangan itu melibatkan formasi besar tujuh pesawat pengebom siluman B-2, masing-masing dengan dua awak.

Pesawat itu "berangkat" dari AS pada Jumat (20/6/2025) tengah malam waktu Amerika, sebagai bagian dari Operasi Midnight Hammer.

Untuk mempertahankan kejutan serangan AS, jelas Caine, kelompok umpan terbang ke barat melintasi Pasifik, sedangkan kelompok penyerang utama menuju ke timur dengan komunikasi minimal selama penerbangan 18 jam.

Dilansir Al Jazeera, pukul 1.30 dini hari waktu Iran, kapal selam AS di wilayah Timur Tengah meluncurkan lebih dari dua lusin rudal Tomahawk yang menyerang target infrastruktur permukaan di Isfahan.

Baca juga: Spesifikasi Bunker Buster GBU-57 MOP AS, Satu-satunya Bom Disebut Bisa Hancurkan Fordow Milik Iran

Pukul 2.10 dini hari, B-2 terdepan menjatuhkan dua GBU-57 Massive Ordnance Penetrators (MOP) di Fordow.

Serangan itu kemudian diikuti oleh total 14 MOP yang dijatuhkan di Fordow dan Natanz.

Ketiga fasilitas itu diserang antara pukul 1.30-2.10 dini hari.

Gelombang terakhir rudal Tomahawk menghantam Isfahan lagi untuk memberikan kejutan.

Secara total, lebih dari 125 pesawat AS berpartisipasi, termasuk B-2, jet tempur, puluhan pesawat tanker, pesawat pengintai, dan kru pendukung.

Pentagon menggambarkan serangan itu sebagai operasi tempur B-2 terbesar dalam sejarah AS dan misi B-2 terpanjang kedua yang pernah diterbangkan.

Trump Klaim Situs Nuklir Iran Hancur

Pasca-serangan yang diluncurkan militernya, Presiden AS, Donald Trump, mengklaim fasilitas nuklir Iran yang ditargetkan, telah "hancur total".

Ia mengatakan serangan tersebut "sangat sukses".

Keputusan Trump untuk bergabung dengan Israel menandai eskalasi tajam di kawasan tersebut.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan