Konflik Iran Vs Israel
Rincian Serangan AS terhadap 3 Situs Nuklir Iran dan Senjata yang Digunakan: Tomahawk hingga MOP
AS menerjunkan tujuh pesawat pengebom siluman B-2 untuk menyerang tiga situs nuklir Iran, Minggu (22/6/2025).
Penulis:
Pravitri Retno Widyastuti
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
Intervensi AS terjadi lebih dari seminggu, setelah Israel melancarkan serangan tanpa alasan terhadap lokasi nuklir dan militer Iran usai menuduh Teheran membuat bom atom.
Iran, demikian pula pengawas nuklir PBB, telah membantah klaim yang mengatakan Teheran berada di titik puncak pengembangan senjata nuklir.
Iran Pastikan Pembalasan
Sementara itu, Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Iran menyebut AS telah membuka pintu pembalasan, pasca-serangan terhadap tiga fasilitas nuklir, Minggu dini hari.
"Kami tidak akan pernah mundur," tegasnya, Senin, dikutip dari CNN.
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayjen Abdolrahim Mousavi, menyebut "Amerika yang kriminal" telah "membuka pintu bagi pejuang Angkatan Bersenjata untuk melakukan tindakan apapun yang menentang kepentingan dan tentaranya."
Baca juga: Iran Klaim Hancurkan Poros Kejahatan Israel, Ledakan Besar di 3 Kota, 2 Pangkalan Udara Jadi Target
"Kami tidak akan pernah mundur dalam hal ini," Mousavi sekali lagi menekankan pernyataannya.
Ia mengatakan AS telah "secara langsung ikut campur perang dengan melanggar kedaulatan Iran dan tanah suci negara kami."
Terpisah, Juru Bicara Komando Pusat Angkatan Bersenjata Iran, Ibrahim Zolfaqari, memperingatkan pihaknya akan membalas dengan "operasi yang kuat dan terarah yang akan menimbulkan konsekuensi berat, disesalkan, dan tidak bisa diprediksi."
"Trump, Anda bisa saja memulai perang ini, tetapi kamilah yang akan mengakhirinya," pungkas dia.
(Tribunnews.com/Pravitri Retno W)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.