Sabtu, 30 Agustus 2025

Konflik Iran Vs Israel

Pejabat Gedung Putih Sebut Israel Setuju Gencatan Senjata dengan Iran, tapi Ajukan Syarat Ini

Seorang pejabat senior Gedung Putih menyatakan bahwa Israel menyetujui gencatan senjata dengan Iran, namun mengajukan sebuah syarat.

https://trumpwhitehouse.archives.gov/
GEDUNG PUTIH AS - Foto ini diambil dari laman https://trumpwhitehouse.archives.gov/ pada Rabu (12/2/2025) yang menunjukkan foto Gedung Putih Amerika Serikat. Seorang pejabat senior Gedung Putih menyatakan bahwa Israel menyetujui gencatan senjata dengan Iran, namun mengajukan sebuah syarat. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pejabat senior Gedung Putih menyatakan bahwa Israel menyetujui gencatan senjata dengan Iran.

Namun ia mengatakan bahwa Israel mengajukan syarat untuk menyutujui kesepakatan gencatan senjata tersebut.

Syarat yang diajukan Israel adalah Teheran menghentikan seluruh serangan militernya terhadap wilayah Israel.

"Israel menyetujui kesepakatan gencatan senjata dengan syarat Iran menghentikan serangannya di negara mereka," kata seorang pejabat senior Gedung Putih kepada CNN. 

Syarat ini disampaikan dalam proses negosiasi intensif yang dimediasi langsung oleh Amerika Serikat, dengan Presiden Donald Trump dalam komunikasi langsung dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Selama proses negosiasi, Presiden Trump disebut tidak hanya berbicara langsung dengan Netanyahu, tetapi juga mengarahkan tim diplomasi Amerika yang terdiri dari Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri dan Penasihat Keamanan Nasional Marco Rubio, serta Utusan Khusus Steve Witkoff. 

Mereka dilaporkan menjalin kontak langsung maupun tidak langsung dengan perwakilan Iran.

Sementara itu, melalui unggahan di media sosial Senin malam, Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata akan dimulai dalam waktu enam jam. 

Ia menyebut kesepakatan ini sebagai “lengkap dan total” yang akan diberlakukan dalam dua tahap.

"Telah sepenuhnya disepakati oleh dan antara Israel dan Iran bahwa akan ada GENCATAN SENJATA yang Lengkap dan Total (dalam waktu sekitar 6 jam dari sekarang, ketika Israel dan Iran telah mengakhiri dan menyelesaikan misi terakhir mereka!), selama 12 jam, di mana pada saat itu Perang akan dianggap BERAKHIR," tulis Trump di media sosial, dikutip dari CNN.

"Secara resmi, Iran akan memulai GENCATAN SENJATA dan, pada Jam ke-12, Israel akan memulai GENCATAN SENJATA dan, pada Jam ke-24, AKHIR RESMI PERANG 12 HARI akan disambut oleh Dunia. Selama setiap GENCATAN SENJATA, pihak lain akan tetap DAMAI dan HORMAT," tambahnya.

Trump mengatakan bahwa selama setiap gencatan senjata, pihak lain akan tetap "damai dan saling menghormati."

"Dengan asumsi bahwa semuanya berjalan sebagaimana mestinya, dan itu pasti akan terjadi, saya ingin mengucapkan selamat kepada kedua Negara, Israel dan Iran, atas Stamina, Keberanian, dan Kecerdasan yang mereka miliki untuk mengakhiri apa yang disebut sebagai 'PERANG 12 HARI'," tambahnya.

Baca juga: Iran: Operasi Militer Kami untuk Menghukum Agresi Israel Berlangsung hingga Menit Terakhir

"Ini adalah perang yang dapat berlangsung selama bertahun-tahun dan menghancurkan seluruh Timur Tengah, tetapi itu tidak terjadi dan tidak akan pernah terjadi!" kata Trump.

Respons Menlu Iran

Namun di sisi lain, pernyataan dari Iran tidak sepenuhnya selaras dengan pengumuman dari Gedung Putih.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan