Sabtu, 25 April 2026

Konflik Iran Vs Israel

Profil Al Udeid, Pangkalan Militer Terbesar Amerika Serikat di Timur Tengah yang Diserang Iran

Mengenal pangkalan militer AS Al Udeid yang menjadi poros utama militer AS di kawasan Teluk, menggantikan sejumlah pangkalan lama di Arab Saudi.

Garda Nasional Udara AS/ afcent.af.mil
PANGKALAN AL UDEID - Asrama di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar. Pakalan militer ini menjadi sasaran serang Iran pada Selasa (24/6/2025). 

TRIBUNNEWS.COM - Sejak pertama kalinya menjadi basis strategis Amerika Serikat di kawasan Teluk, Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar menjadi sasaran langsung serangan rudal dari Garda Revolusioner Iran.

Serangan terjadi Senin (23/6/2025) malam waktu setempat.

Namun diklaim rudal-rudal Iran berhasil dilumpuhkan sistem pertahanan udara Qatar.

“Berkat pertolongan Tuhan, kewaspadaan angkatan bersenjata, dan langkah-langkah pencegahan yang telah diambil sebelumnya, insiden ini tidak mengakibatkan korban jiwa maupun luka-luka,” demikian pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Qatar, Selasa (23/6/2025).

Seluruh rudal yang diluncurkan dari wilayah Iran berhasil dicegat sebelum mencapai wilayah pangkalan, yang terletak sekitar 30 kilometer barat daya ibu kota Doha.

Baca juga: Mengenal Al Udeid, Pangkalan Udara AS di Qatar yang Coba Dirudal Iran

Al-Udeid Air Base bukan sekadar pangkalan militer biasa.

Dibangun pada awal 1990-an dan mulai digunakan penuh Amerika Serikat sejak 2002.

Dilansir dari CITADEL, situs publikasi USCENTCOM, lebih dari 10.000 personel militer AS dan mitra koalisi bermarkas di Al Udeid.

Termasuk di antaranya adalah unit dari US Air Force Central Command (AFCENT), 609th Air Operations Center, dan sejumlah satuan operasi khusus.

Baca juga: Iran Diduga Serang Pangkalan Militer AS di Qatar, Ledakan Keras dan Suar Penuhi Langit Doha

Pembangunan dan pengembangan Al Udeid didanai sebagian oleh pemerintah Qatar sendiri, sebagai bentuk komitmen terhadap hubungan strategis dengan Amerika Serikat.
 
Sejak itu, Al Udeid menjadi poros utama militer AS di kawasan Teluk, menggantikan sejumlah pangkalan lama di Arab Saudi.

Pangkalan ini menjadi garda terdepan antara lain untuk US Central Command (CENTCOM), US Air Force Central (AFCENT), 379th Air Expeditionary Wing, Combined Air Operation Center (CAOC).

Kendati merupakan pangkalan udara, kekuatan utama non-udara di Al Ubeid adalah kehadiran Combined Air Operations Center (CAOC).

Dilansir dari afcent.af.mil dan centcom.mil, Al-Udeid tidak hanya menjadi rumah bagi ratusan pesawat tempur dan angkut seperti F-15E, KC-135, dan B-52, melainkan juga menampung Combined Air Operations Center (CAOC).

CAOC merupakan pusat komando dan kendali seluruh misi udara Amerika Serikat dan koalisi di kawasan Timur Tengah.

Satuan operasi ini mengoordinasikan lebih dari 300 misi penerbangan per hari dan didukung oleh personel gabungan dari Angkatan Udara, Angkatan Darat, Angkatan Laut, Marinir, serta sekutu NATO dan negara-negara Teluk.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved