Konflik Iran Vs Israel
AS Mengklaim Bakal Ada Negosiasi dengan Iran, Teheran Bingung: Emangnya Kapan?
Utusan Khusus Gedung Putih, Steve Witkoff mengklaim dirinya akan mengunjungi Iran untuk melakukan diskusi langsung dengan para pejabat.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Garudea Prabawati
Sementara itu, Prancis, Jerman dan Inggris mengutuk "ancaman" terhadap kepala pengawas nuklir PBB setelah Iran menolak permintaannya untuk mengunjungi fasilitas nuklir yang dibom oleh Israel dan Amerika Serikat.
Teheran menuduh Rafael Grossi, kepala Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), melakukan "pengkhianatan terhadap tugasnya".
Tuduhan itu muncul karena Grossi dianggap tidak mengutuk serangan Israel dan AS terhadap situs nuklir Iran.
Bahkan anggota parlemen Iran minggu ini memilih untuk menangguhkan kerja sama dengan badan tersebut.
"Prancis, Jerman, dan Inggris mengutuk ancaman terhadap direktur jenderal IAEA Rafael Grossi dan menegaskan kembali dukungan penuh kami kepada badan tersebut," kata menteri luar negeri Jean-Noel Barrot, Johann Wadephul, dan David Lammy dalam pernyataan bersama.
"Kami menghimbau otoritas Iran untuk menahan diri dari langkah apa pun untuk menghentikan kerja sama dengan IAEA," imbuh mereka.
Standar Ganda IAEA
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian meminta badan nuklir PBB (IAEA) untuk menghindari standar ganda dan menegakkan hak-hak semua anggota tanpa diskriminasi.
Menanggapi kekhawatiran yang diungkapkan oleh presiden Prancis Emmanuel Macron tentang penangguhan kerja sama Iran dengan IAEA, Pezeshkian mengkritik kepala nuklir PBB karena membuat laporan yang tidak benar tentang kegiatan nuklir Iran dan menolak untuk mengutuk serangan militer Amerika dan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran.
"Meskipun Iran berinteraksi dengan IAEA, Grossi tidak bertindak tidak memihak," kata Pezeshkian, mengutip Tasnim News.
Baca juga: Perang Bikin Israel Miskin, Warga Bobol Mall yang Hancur di Rudal Iran, Jarah Uang Barang Mewah
Ia menggambarkan keputusan Iran untuk menangguhkan kerja sama dengan badan nuklir PBB sebagai reaksi alami terhadap perilaku yang tidak dapat dibenarkan, tidak konstruktif, dan merusak.
Pezeshkian menggambarkan perilaku Grossi sebagai sumber kekhawatiran dan terbentuknya tantangan serius yang mengikis kepercayaan bangsa Iran.
Langkah pertama dalam membangun kembali kepercayaan, lanjut Pezeshkian, adalah komitmen penuh IAEA untuk mematuhi aturan dan regulasinya sendiri.
"Pertanyaannya adalah mengapa Israel, yang bukan anggota NPT dan telah melanggar semua aturan internasional dalam beberapa tahun terakhir, harus menjadi dasar dan rujukan untuk laporan IAEA," kata Pezeshkian kepada Macron.
"Standar ganda seperti itu telah menimbulkan banyak masalah bagi keamanan regional dan dunia. IAEA diharapkan untuk menegakkan hak-hak negara, menghindari standar ganda, dan membela hak-hak semua negara anggota," imbuh presiden Iran.
Bahkan, menurut Pezeshkian, jika Iran melanjutkan kerja sama dengan IAEA, tidak ada jaminan bahwa fasilitas nuklir negara itu tidak akan diserang lagi.
Menegaskan kebijakan Iran tentang penyelesaian perselisihan melalui diplomasi dan dialog serta menghindari perang dan ketidakamanan, Pezeshkian menyatakan harapan bahwa organisasi internasional, termasuk IAEA, akan menghormati komitmen mereka dan mengarahkan dunia ke arah perdamaian dan keamanan, bukan perang dan konflik.
(Tribunnews.com/Whiesa)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.