Jumat, 29 Agustus 2025

Konflik Iran Vs Israel

AS Mengklaim Bakal Ada Negosiasi dengan Iran, Teheran Bingung: Emangnya Kapan?

Utusan Khusus Gedung Putih, Steve Witkoff mengklaim dirinya akan mengunjungi Iran untuk melakukan diskusi langsung dengan para pejabat.

Tasnim News
IRAN BINGUNG - Gambar yang diambil pada Selasa (1/7/2025) menunjukkan Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Politik, Majid Takht-Ravanchi. Amerika Serikat (AS) mengklaim akan adanya negosiasi baru yang tengah direncanakan dengan Iran, namun Teheran bingung karena tak ada janji negosiasi. 

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Politik, Majid Takht-Ravanchi bingung dengan klaim Amerika Serikat (AS) yang menyebut akan adanya negosiasi baru yang tengah direncanakan.

Untuk diketahui, Utusan Khusus Gedung Putih Steve Witkoff mengklaim dirinya akan mengunjungi Iran untuk berdiskusi dengan para pejabat di Teheran.

Menurut Witkoff, diskusi diperkirakan akan difokuskan pada kemungkinan penghentian pengayaan uranium dengan imbalan keringanan sanksi.

Menanggapi klaim Witkoff, Majid Takht-Ravanchi merasa bingung dan membantah klaim AS.

Majid Takht-Ravanchi membantah dengan menyebut pernyataan Witkoff tidak berdasar.

Dikutip dari ABNA, berbicara setelah pertemuan dengan Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran pada hari Minggu, Takht-Ravanchi menegaskan kembali bahwa tidak ada rencana untuk pembicaraan baru dengan AS.

Ia menekankan bahwa tidak ada pengaturan atau diskusi yang telah dilakukan, dan bersikeras bahwa pernyataan pejabat AS tidak berdasar.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump marah setelah Iran menyebutnya plin plan dalam pemberian sanksi terhadap Teheran.

Trump marah setelah Iran mengkritik perubahan sikapnya mengenai apakah ia akan mencabut sanksi ekonomi terhadap Teheran atau tidak.

Bahkan, Iran menyebut Donald Trump tengah melakukan "permainan" yang tidak ditujukan untuk menyelesaikan masalah antara kedua negara.

"(Pernyataan Trump) ini seharusnya lebih dilihat dalam konteks permainan psikologis dan media daripada sebagai ekspresi serius yang mendukung dialog atau penyelesaian masalah," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, Senin (30/6/2025), dikutip dari Reuters.

Baca juga: Trump Ngamuk setelah Disebut Plin Plan oleh Iran, Ngambek Tak Mau Bernegosiasi Lagi dengan Teheran

Menanggapi pernyataan Iran, Trump mengatakan bahwa dirinya tidak akan mengadakan diskusi dengan para pemimpin di Teheran.

Terkesan seperti "ngambek", Trump bahkan tidak akan menawarkan apa pun kepada Iran.

"Saya tidak menawarkan APA PUN kepada Iran, tidak seperti Obama, yang membayar mereka Miliaran dolar dengan 'jalan menuju senjata nuklir JCPOA' yang bodoh (yang sekarang sudah kedaluwarsa!), saya juga tidak berbicara kepada mereka karena kita benar-benar MENGHANCURKAN Fasilitas Nuklir mereka." tulis Trump melalui Truth Social, dikutip dari The Times of Israel.

Trump pada Jumat (27/6/2025) sempat menepis laporan media yang mengatakan pemerintahannya telah membahas kemungkinan membantu Iran mengakses sebanyak $30 miliar untuk membangun program nuklir penghasil energi sipil.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan